KUALALUMPUR, buanaindonesia.com– Empat Jenazah Warga Negara Indonesia (WNI) yang tewas dalam baku tembak dengan polisi Malaysia di sebuah apartemen di Kuala Lumpur, telah dikirim ke daerah asalnya Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk dimakamkan, Kamis (17/10/2013).
Keempat Jenazah itu adalah, Hafat (40), Heri Setiawan (33), Ikno Riyansah (25), dan Wahyudin (28).
Kepolisian Malaysia meyakini bahwa keempatnya merupakan anggota Gang Ah Fatt, Mereka diduga terlibat perampokan seorang pensiunan tentara Malaysia, Jamaluddin Sukhi di Bukit Antara Bangsa. Jamaluddin, kepada wartawan menuturkan, para perampok yang datang ke rumanya bertopeng dan bersenjatakan parang dan obeng. Mereka menyatroni rumahnya sekitar pukul 03.15 waktu setempat, dan kemudian menyekap pria berusia 60 tahun itu.
“Mereka mengancam akan membunuh saya kalau saya tidak memberi mereka uang,” kata Jamaluddin . Si pensiunan mengaku diseret ke kamar tidur, di mana ia melihat istrinya terikat dan tersumbat. Dia kemudian dipaksa menunjukkan kamar putrinya di mana mereka menggeledah barang-barang berharga. Jamaludin dan keluarganya dikunci di kamar tidur utama sebelum para perampok melarikan diri. “Mereka mengambil telepon kami, perhiasan dan uang,” tambah Jamaluddin.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin mengatakan pemerintah telah mengirimkan surat kepada Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa dan Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia, menuntut pemerintah Indonesia melakukan investigasi menyeluruh atas penembakan itu. (Web)







