21.500 Polisi dan 2.700 TNI Amankan Pilkada di Jabar

15.779 dibaca
BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR –
Ribuan aparat Polri dan TNI akan diterjunkan guna mengamankan jalannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 16 kota kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Dari unsur kepolisian, Polda Jabar akan menerjunkan 21.500 personel dan dari unsur TNI Kodam III Siliwangi menerjunkan 27 Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau kurang lebih 2.700 personel.
Dalam rangka Operasi Mantap Praja Lodaya 2018 guna mengamankan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati ini, digelar Simulasi Tripatra di area Bogor Nirwana Residence (BNR), Kota Bogor, Sabtu 3 Januari 2018.
Kapolda Jabar, Irjen Pol. Agung Budi Maryoto, yang memimpin apel pasukan dan Simulasi Tripatra ini, mengatakan, Simulais Tripatra ini merupakan rangkaian tahapan pengamanan Pilkada agar berjalan damai.
“Dalam simulasi ini diperagakan oleh satuan yang sudah dibentuk oleh Panglima TNI dan Polri dengan nama Tripatra, yang terdiri dari unsur satuan Sabhara Polres kemudian Brimob Polda dan satuan TNI wilayah. Mereka sudah melakukan latihan-latihan, manakala terjadi gangguan Kamtibmas yang menonjol, maka satuan TNI sudah melekat dengan kepolisian sehingga cepat dalam penanganannya,” katanya.
Irjen Pol. Agung Budi Maryoto pun mengimbau semua pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya Pilkada serentak 2018. “Harus saling menghormati siapa yang terpilih dan tidak terpilih. Kepada anggota Polri dan TNI wajib menjaga netralitas selama menjalankan tugas dan melayani sepenuh hati,” tegasnya.
Menurut Agung, pemetaan daerah rawan tidak bisa diprediksi di daerah-daerah yang melaksanakan Pilkada akan tetapi mengikuti dinamika kondisi terbaru di tiap daerah.
Tipe daerah yang diperkirakan akan lebih rawan di antaranya peserta pilkadanya hanya dua pasang calon sehingga bersifat head to head karena masyarakat setempat terpecah hanya ke dua kelompok.
Sementara itu, Komandan Resor Militer (Danrem) 061/Suryakancana, Kol. Inf. Mochamad Hasan, menambahkan, wilayah Kota dan Kabupaten Bogor mendapat perhatian istimewa karena di Kota Bogor ada Istana Presiden.
“Sementara ini kan Bogor menjadi tempat yang strategis karena ada Istana Presiden hilir mudik dan itu tidak kita petakan memang seperti itu adanya,” ujarnya.
Danrem mengimbau kepada setiap masyarakat agar meujudkan situasi kondusif dan tidak berbuat anarkis. “Apa pun warna kita, siapapun pilihan kita, itu adalah hal yang wajar, karena kita berdemokrasi. Tapi jangan berbuat anarkis. Ketika setelah Pilkada selesai memilih, kita kembali sebagai saudara,” pungkasnya.
Simulasi Tripatra ini dihadiri pula oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Bupati Bogor Nurhayanti, Muspida Kota dan Kabupaten Bogor, serta seluruh ketua dan pengurus partai politik di Bogor.