368 Hektar Lahan Perhutani Diserobot, Belasan Vila di Puncak Dibongkar

13.314 dibaca
Petugas gabungan dengan menggunakan alat berat merobohkan bangunan yang berdiri di atas lahan kawasan hutan Blok Cisadon Puncak, Selasa 24 April 2018. (BUANA INDONESIA NETWORK/Acep Mulyana)


BUANAINDONESIA.CO.ID BOGOR – Sedikitnya 14 bangunan vila dan bangunan semi permanen di Blok Cisadon yang berada dalam kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cipayung, Desa Megamendung, dan RPH Desa Babakan Madang, Kabupaten Bogor, dibongkar aparat gabungan, Selasa 24 April 2018. Belasan bangunan tersebut dieksekusi karena berdiri tanpa izin di atas lahan milik Perhutani.

Pembongkaran bangunan liar dengan menggunakan alat berat ini dilakukan oleh 166 personel gabungan dari Ditjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Perum Perhutani, POM TNl, Polres Bogor, Kodim, Brimob Kelapa Dua, Satpol PP Kabupaten Bogor, tokoh masyarakat, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kecamatan Babakan Madang dan Megamendung. Setelah menertibkan belasan bangunan liar, lokasi ditanami pohon.

Advertisement

Direktur Operasi Perum Perhutani, Hari Priyanto, mengatakan, penertiban ini sebagai bentuk operasi pemulihan keamanan kawasan hutan untuk mengembalikan hutan sebagai kawasan lindung dan dan penyangga kehidupan di sekitar wilayah Jabodetabek.

Selain itu, penertiban bangunan sebagai tindak lanjut Putusan Pengadilan Negeri Cibinong No.133/Pdt.G/2009/PN.Cbn juncto Putusan Pengadilan Tinggi Bandung No.396/Pdt/201O juncto Putusan Mahkamah Agung RI No.1635 K/Pdt yang telah berkekuatan hukum tetap, yang menyatakan bahwa kawasan blok Cisadon merupakan kawasan hutan negara yang pengelolaannya diberikan kepada Perum Perhutani.

Sekadar informasi, kawasan lahan seluas 368 hektar tersebut sempat diserobot oleh Yulius Puum Batu sejak awal tahun 2000. Tahun 2009 putusan PN Cibinong memenangkan Perhutani dan diperkuat dengan putusan PT Bandung pada tahun 2011. Pihak Yulius melakukan kasasi namun ditolak putusan Mahkamah Agung tanggal 1 Februari 2012 memenangkan Perhutani.

PN Cibinong lantas telah menegur (aanmaning) kepada Yulius pada 1 Februari 2018 serta memasang plang di lokasi pada 28 Februari 2018. Disusul dengan melayangkan surat peringatan tanggal 5 April 2018 agar Yulius meninggalkan kawasan hutan Blok Cisadon.

Kendati demikian, pihak Yulius masih melakukan perlawanan dengan memberikan jawaban melalui Kantor Advokat Dr. Harris Arthur Hedar pada 6 April 2018 bahwa putusan pengadilan tidak dapat dieksekusi.

Setelah pihak Perum Perhutani melayangkan surat balasan ke pihak Yulius, kemudian melakukan rapat persiapan dan pemantapan operasi gabungan pemulihan kawasan hutan Blok Cisadon bersama berbagai pihak terkait.

“Sebelum dilakukan penertiban, telah ada peneguran (aanmaning) oleh PN Cibinong kepada pihak yang menguasai kawasan hutan secara tidak sah agar segera meninggalkan kawasan hutan dan menyerahkannya kepada Perum Perhutani,” kata Ahmad Pribadi selaku Kasubdit Pencegahan dan Pengamanan Hutan Wilayah Jawa Bali, di lokasi.

Ahmad menambahkan, sebenarnya secara persuasif pihak Perum Perhutani telah memberikan surat peringatan kepada pemilik villa agar membongkar sendiri bangunannya dengan diberikan jangka waktu selama satu minggu setelah surat peringatan diterima.

“Arahan Dirjen Penegakan Hukum LHK menyebutkan setelah penertiban berlangsung akan dilakukan pengembalian fungsi kawasan hutan menjadi kawasan hutan sebagai kawasan lindung sesuai dengan Keppres Nomor 114 Tahun 1999 Tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur (Bopunjur) yang menyatakan bahwa kawasan Bopunjur ditetapkan sebagai kawasan konservasi air dan tanah yang bertujuan untuk menjamin tetap berlangsungnya keberadaan air, perlindungan terhadap kesuburan tanah, pencegahan erosi dan banjir bagi Kawasan Bopunjur dan daerah hilirnya, termasuk wilayah Provinsi DKl Jakarta. Hutan blok Cisadon merupakan kawasan hutan produksi yang berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.195/KPTS-ll/2003 tentang penunjukan dan penetapan kawasan hutan di Provinsi Jawa Barat. Kawasan hutan blok Cisadon tersebut, nantinya dikembalikan fungsinya sebagai kawasan Iindung dengan pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM) dengan melakukan penanaman pinus, kopi, sulibra dan Iain-Iain yang fungsinya bukan hanya tanaman hutan juga dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” bebernya.