
SUMEDANG, Buanaindonesia.com – Netizen Sumedang Jawa Barat keluhkan pelayanan PDAM ( Perusahaan Daerah Air Minum ) Sumedang. Mereka mengeluh air yang hanya 4 hari sekali mengalir ditambah harus membayar tagihan yang mahal.
Sebuah akun facebook Junita Nurjanah milik salah satu netizen di Sumedang mem posting keluhannya
” Ieu teh di Sumedang wungkul kitu PDAM nurus tunjung teh. Cai ngocor 4 poe sakali ari mayar 250 rebu sabulan. Cing baleg we atuh , lieur ( ini cuma di Sumedang aja gitu PDAM kayak gini. Air mengalir 4 hari sekali, tapi harus bayar 250 ribu sebulan. Yang bener aja, pusing ) ” posting Junita
Sementara itu akun lain memberi komentar. Kali ini akun milik seorang netizen bernama Yulia Mamahna Denisa yang mengeluhkan air PDAM yang keruh
” Abi ge di Sumedang, tapi da alhamdulillah lancar. Cuman kiruh siga cai sumur meunang nguras ( saya juga di Sumedang, tapi alhamdulilah lancar, hanya saja air keruh kayak air sumur baru nguras ) ” posting Yulia
Sekretaris Jenderal LSM Amandemen, Cepi Alhumaedi mengatakan kasus PDAM seperti ini bisa dijerat dengan UU no 25 tahun 2009 tentang Pelayanan publik karena PDAM merupakan pelayanan publik termasuk korporasi yang memang khusus untuk pelayanan publik dan sangsinya bisa bertingkat.
“Bisa sangsi administratif, seperti kasus pengolahan, kenapa airnya bisa keruh? dilaporkan kepada pimpinannya dan jika murni pidana bisa di laporkan kepada pihak yang berwajib dan tergantung kesalahan nya” ujarnya.
Editor : M.I








