Maksud Hati Ingin Umroh, Malah Tipuan Yang Didapat

11.341 dibaca
Holil Aksan Umarzen, Salah seorang tokoh dan aktivis Garut, kesal dengan menjamurnya rentenir berkedok koperasi di Garut.
Wakil Ketua Umum Asphurindo, Holil Aksan Umarzen
Wakil Ketua Umum Asphurindo, Holil Aksan Umarzen

BANDUNG, Buanaindonesia.com – Asphurindo ( Asosiasi Penyelenggara Haji Umroh Dan Inbound Indonesia ) mendesak penertiban penyelenggara haji dan umroh yang tidak berijin. Hal ini menyusul maraknya kasus penipuan yang dilakukan biro perjalanan yang menyelenggarakan haji umroh terhadap masyarakat.

Wakil Ketua Umum DPP Asphurindo Holil Aksan Umazen mengatakan pihaknya mendesak agar penegak hukum tidak berpangku tangan menyikapi persoalan ini.

Advertisement

” Penegak hukum Jangan menunggu bola. Jemput bola. Termasuk dari pemberitaan – pemberitaan media yang memberitakan soal ini, kan bisa dijadikan langkah awal untuk menindaklanjuti kasus – kasus ini. ” Kata Holil

Lebih lanjut Holil mengungkapkan umumnya yang melakukan penipuan terhadap calon jemaah umroh adalah mereka biro perjalanan penyelenggara haji umroh yang tidak berijin

” Contohnya biro perjalanan Baraka Multazam yang lakukan penipuan itu, saya yakin mereka tidak berijin. Mereka juga bukan anggota Asphurindo. ” Tambah Holil

Adanya biro perjalanan umroh haji yang lakukan penipuan merugikan biro perjalanan yang resmi. Kepercayaan masyarakat akan berdampak karena menjamurnya mereka yang ilegal

” Itu dampak luasnya. Kepercayaan masyarakat terhadap kami yang resmi. ” Ungkap Holil

Sebelumnya dikabarkan calon jemaah umroh asal Garut Jawa Barat mengeluhkan penipuan yang dilakukan biro perjalanan Baraka Multazam. Biro Perjalanan yang berkantor di Ujung Berung Bandung ini tidak kunjung memberangkatkan para calon jemaah umroh padahal seluruh calon jemaah sudah memenuhi persyaratan dan melunasi pembayaran. Bukannya memberangkatkan para calon jemaah, sang pemilik biro perjalanan malah berjanji akan mengembalikan seluruh pembayaran yang telah dikeluarkan calon jemaah. Namun janji tinggal janji, setahun sudah uang para calon jemaah raib tanpa kejelasan. Total sekitar 22 orang calon jemaah umroh asal Selaawi Kabupaten Garut yang terjebak muslihat biro perjalanan ini.

Editor : M.I