BANDUNG – Kepala sekolah RA Al Falah Selokan Jeruk Kabupaten Bandung akhirnya meminta maaf kepada seluruh masyarakat dan orang tua murid yang anaknya menjadi korban ‘Bully’ staf pengajarnya.
Kepala sekolah RA Al Falah, Dudi Supriadi, S.Pdi mengatakan dirinya akan menindak keras dan melayangkan surat peringatan kepada guru yang di tengarai melakukan bully terhadap murid.
” Kami sudah menjatuhkan SP kepada Iis Widasmanah ( Pengajar yang lakukan bully terhadap murid ). Kami sudah pernah meminta guru untuk meminta maaf langsung pada orang tua murid. Bahkan pihak yayasan sudah mendatangi rumah orangtua murid tersebut. Sore ini saya akan kembali datang ke rumah orangtua murid dan membawa pengajar itu ” Kata kepala RA yang memiliki 4 ruang kelas dan 72 murid tersebut.
RA ( Raudhatul Athfal ) Al Falah adalah lembaga pendidikan setingkat TK. Didirikan tahun 2005. Kelebihan RA ini setiap siswa dibekali baca tulis al Quran . Di RA ini 1 pengajar menangani 15 siswa. RA ini juga pernah mendapat bantuan dari program aspirasi DPRD kabupaten bandung tahun 2008. Tingkat PC IGRA ( Ikatan Guru RA ). Prestasi yangbpernah diraih RA ini adalah tiap diadakannya porseni selalu menjadi juara dan menjadi utusan ke tingkat kabupaten Bandung. RA ini di klaim sebagai RA terbesar di kecamatan. Se kecamatan Selokan Jeruk sendiri ada 9 RA.
Sebelumnya diberitakan tak terima anaknya diperlakukan tak mengenakan oleh gurunya, seorang orangtua dari murid Taman Kanak Kanak ( TK ) di Majalaya mengeluh ke media massa. MuridBhayu Nugraha, orang tua murid dari TK itu (sebut saja Ade) mengatakan pada media kelakuan guru ditempat anaknya menimba ilmu sudah sangat keterlaluan.
” anak saya di degungkeun ( didorong jidatnya) oleh si guru. Itu didepan orangtua murid yang lain. Sekarang gara-gara itu anak saya gak mau sekolah lagi. ” Kata Bhayu.
Bhayu juga merasa heran karena hal yang tak pantas itu terjadi di sekolah yang cukup menjadi favorit.
” Aneh saya, padahal itu TK yang bagus, kok bisa ya. Itu sangat disayangkan. Saya sudah datangi yayasannya, saya minta guru tersebut ditindak. Guru itu juga belum meminta maaf sepatah katapun. Yayasan tapi belum ada tindakan apapun. Saksi kejadian itu banyak pak, saya tidak terima anak saya diperlakukan begitu ” sesal Bhayu.
Editor : M.I










