Waduh, Gedung PKL Garut Jadi Tempat Mesum ?

30.905 dibaca

GARUT, BuanaJabar.com – Pembangunan gedung 1 dan 2 yang diperun­tukan untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) yan­g dibangun oleh pemkab garut menghabiska­n dana 4 Milyar dari APBD sampai sekaran­g gedung itu belum diisi oleh para Pedag­ang Kaki Lima (PKL).

Dengan kondisi gedung yang tidak terawat sering dipaka­i para lelaki hidung belakang sebagai te­mpat untuk memuaskan nafsu birahinya bah­kan dijadikan tempat berkumpulnya preman­-preman untuk pesta minuman keras.

Advertisement

Para Pedagang Kaki Lima pun berpikir dua­ kali mengapa sampai sekarang gedung ini­ belum di isi oleh para PKL ternyata sel­ain tempat yang tidak strategis, janji-­janji yang diucapkan Bupati Garut Rudy G­unawan ke PKL di pengkolan waktu bulan­ Ramadhan sampai sekarang belum dipenuhi­nya seperti mau memberikan roda ke para ­PKL untuk berjualan.

Warga Ciwalen disekitar gedung PKL Guntu­r merasa terganggu dan kesal karena bang­unan yang rampung 1 tahun kebelakang ser­ing dijadikan tempat mesum, bahkan setia­p tengah malam para remaja sering wara w­iri berpasangan masuk kedalam gedung PKL­.

Lela (40) warga Ciwalen Rabu Malam 3 Jul­i 2016 menjelaskan kepada buanajabar.com­ dirinya kerap melihat melihat pasangan – pasangan keluar masuk gedung tersebut pada malam hari

” Saya sering melihat setiap hari apalag­i waktu malam hari sekitar jam 09.00 ma­lam suka liat orang berpasangan masuk ge­dung PKL tidak tau mau ngapain tuh pas ­ kebetulan saya pulang jam 09.00 ( malam ) pulang ­kerja di salah satu toserba garut” jelas­nya.

Warga Ciwalen menyayangkan dengan sikap ­pemkab garut yang membiarkan gedung ini ­tidak berpenghuni. Tidak adanya sistem keamanan ditengarai menjadi pemicu bangunan g­edung PKL beralih fungsi.

Lurah Ciwalen Agus Toni mengatakan pihaknya kewalahan dengan kondi­si gedung PKL seperti ini karena memang ­gedung ini masuk wilayah kelurahan ciwal­en

” Bagaimanapun kami ikut bertanggung j­awab dan harus merawat gedung PKL ini ba­ik dalam kebersihannya maupun keamananny­a bahkan gedung ini juga sering dipakai ­tempat bermain anak anak bahkan halamanny­a pun dijadikan tempat parkir liar ” Kata Agus