HAKI Dimungkinkan Menjadi Agunan Perbankan

18.903 dibaca

BUANAINDONESIA.COM, JABAR – Bank Indonesia merilis data pada tahun 2013, Kontribusi sektor ekonomi kreatif pada PDB menempati peringkat ketujuh dari 10 sektor ekonomi dengan prosentase mencapai 7% . Hal ini selalu mengalami peningkatan dalam 4 tahun terakhir.

Advertisement

Ismet Irono, Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat mengatakan Ekonomi kreatif memiliki nilai strategis karena bersumber pada ide dan kreatifitas dari SDM nya

” Ekonomi kreatif tidak ada batasnya, tidak ada border. Potensi untuk berkembang lebih besar dibanding sektor lain, ” kata Ismet

Lanjut Ismet, Pada Bulan Januari 2017, penyerapan kredit perbankan pada sektor UMKM ekonomi kreatif mencapai 12,8%

” Pada Januari 2017 baki kredit UMKM tercatat 834 Trilyun, tumbuh 8,5%, ( yoy ) dengan jumlah nasabah melalui pendekatan rekening kredit UMKM mencapai 13,6 juta rekening. Penyerapan UMKM terpusat dipulau Jawa 58,6 %. Dari Ekonomi kreatif mencapai 12,8%

Ismet juga menyatakan Hak Atas Kekayaan Intelektual ( HAKI ) juga dimungkinkan sebagai jaminan di Perbankan.

” Ini sesuai UU no 28 tahun 2014 tentang hak cipta dapat dijadikan sebagai sektor objek jaminan Fidusia. Saat ini sedang dikembangkan metode untuk menilai nilai ekonomis dari agunan HAKI ini melalui market approach, income approach dan cost approach, “

Restog K Kusuma, Direktur Akses Perbankan Bekraf ( Badan Ekonomi Kreatif ) menambahkan belum ada regulasi khusus yang mengatur HAKI menjadi agunan di Perbankan.

” Banyak juga pelaku ekonomi yang belum mendaftarkan ke HAKI. ini menjadi salah satu permasalahan. Bagaimana meng agunkan HAKI ke perbankan jika belum mendaftarkan HAKI. Di singapur sudah memulai, Perbankan kita belum. Jangan sampai Perbankan luar justru yang melirik potensi ini. Nah ini sedang kita dorong regulasinya, ” kata Restog disela sela Bekraf Financial Club ( BFC ) di Aryaduta Hotel Bandung.

BFC di Bandung ini adalah acara keempat yang sebelumnya telah dilaksanakan di Jakarta pada 21 Februari 2017 terkait subsektor animasi dan film. Pada 28 februari 2017 tentang subsektor aplikasi dan game. Ketiga BFC di gelar di Yogyakarta pada 17 Maret 2017 terkait subsektor kriya, senirupa dan seni pertunjukkan.

” Kami berharap perbankan mengetahui dan memahami nature business dari rantai nilai subsektor design produk, interior dan komunikasi visual. Sehingga perbankan bisa menyalurkan pembiayaan kepada pelaku ekonomi kreatif, ” kata Restog.