CIREBON, BuanaJabar.com – Pamong desa, atau yang biasa disebut aparat desa, seharusnya menjadi panutan atau memberikan contoh kepada masyarakat. Namun tidak demikian dengan Darwidi, seorang aparat Desa Gamel, Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, Selasa 9 Agustus 2016, dalam keadaan mabuk berat Darmidi mengamuk dan merusak kantor desa tempat dia seharusnya melayani masyarkat.
Ternyata ulah Darmidi bukan kali ini aja, selain pemabuk berat, oknum pejabat desa itu pun kerap melakukan pemerasan terhadap warga, dan merusak aset desa serta fasilitas umum lainnya. Kesal dengan ulah sang pejabat desa pemabuk itu, masyarakat pun akhirnya melaporkan ulahnya ke polisi. Mendapat laporan masyarakat, polisi pun dengan cepat mengamankan Darmadi ke Mapolsek Kedawung, guna diproses secara hukum.
“Kita tidak mau ada preman yang jadi pejabat desa. Karena sering mabuk dan memeras warga, maka kami selaku masyarakat melaporkannya ke polisi. Seharusnya dia bisa menjadi contoh dan menciptakan rasa aman bagi masyarakat,” ucap H Gani, seorang mantan kuwu desa Gamel.
Seorang saksi megatakan, Saat pengerusakan terjadi, beberapa perangkat desa lainnya masih berada di kantor. Darmidi yang kini menjabat sebagai kaur pemerintahan, tiba-tiba saja memukul kaca pintu hingga pecah. Tangan Darmidi pun berdarah, Saat ditanya kenapa tiba-tiba mecahin kaca, Darmidi malah marah-marah.









