Pemkab Tak Ambil Tindakan, Kasus Foto ‘ Syur ‘ Oknum Kepsek KBB Kembali Hangat

21.876 dibaca

BANDUNG, BuanaJabar.com – Dunia pendidikan Indonesia kembali dinodai oleh oknum seorang Kepala Sekolah Dasar di Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat (KBB). Perbuatan yang cukup menjadi topik hangat di masyarakat Batujajar ini dilakukan seorang wanita berinisial YY yang tercatat sebagai seorang PNS di lingkungan Dinas Pendidikan KBB.

Saat BuanaJabar.com menyambangi rumah YY untuk meminta konfirmasi tentang foto ‘ syur ‘ nya, YY terkesan tidak mau menerima kedatangan BuanaJabar.com, meski akhirnya mempersilahkan masuk kedalam rumahnya. Bukan keterangan yang didapat, saat BuanaJabar.com menanyakan perihal tersebut, YY malah memberikan Ponselnya dan meminta BuanaJabar.com berbicara dengan seseorang melalui sambungan telpon. Belakangan diketahui pria yang berbicara disambungan telpon itu adalah AN, kepala Unit Pelaksana Tehnik (UPT) Dinas Pendidikan di Kecamatan Batujajar.

Advertisement

Melalui sambungan telpon, AN meminta wartawan untuk tidak membesar-besarkan dengan memberitakan kasus yang dilakukan YY ini, menurut AN apa yang dilakukan YY adalah sebuah kekhilafan dimasa lalu yang baru mencuat disaat YY menjabat sebagai Kepala Sekolah. Saat dipertanyakan mengenai kebenaran bahwa photo yang beredar itu milik YY, AN pun tidak menampiknya.

” Kejadian itu sudah lama terjadi, tolonglah jangan sampai masalah ini dibesar-besarkan apalagi sampai diberitakan, sebetulnya masalah ini lebih kepada adanya dendam pribadi, yang ingin menjatuhkan nama baik ibu YY, ” kata AN.

Disaat BuanaJabar.com masih berbincang dengan AN melalui telpon, tampak YY sibuk menelpon seseorang dengan nada sedikit kesal, terdengar YY meminta seseorang datang kerumahnya karena kedatangan wartawan.

” Mas, Kamu tolong datang sekarang juga kesini, ini ada wartawan lagi,  saya sudah pusing, kamu saja yang hadapi, ” kata YY kepada orang yang ditelponnya.

Sementara usai AN menutup telpon, YY pun berkata, bahwa semua masalah sudah diserahkan kepada AN dan tidak bersedia menjawab pertanyaan apapun dari wartawan.

YY hanya berkata, bahwa dirinya akan segera melaporkan orang yang telah memposting photo-photo seronoknya di sosial media.

“Saya sedang mengumpulkan barang bukti, untuk melaporkan orang yang menyebar photo saya, saya sudah tahu kok siapa orangnya,” ujar YY.

Sebelumnya diberitakan masyarakat Batujajar baru-baru ini dihebohkan dengan foto selfie seronok yang dilakukan dua oknum kepala sekolah. Foto selfie ini menyebar melalui aplikasi BBM dan sempat tersebar di media sosial Facebook. Dalam foto itu, mereka ( sepasang kepala sekolah ) tidak mengenakan busana. Tersiar kabar, sepasang kepala sekolah ini melakukan perselingkuhan. Belakangan diketahui, si wanita adalah kepala sekolah Sekolah Dasar Negeri ( SDN) Mekarjaya Batujajar berinisial YY,  si pria seorang Kepala Sekolah SDN Rancairung 5 ( sebelumnya diberitakan kepsek SMP ) Kecamatan Cihampelas KBB, Berinisial DH.

Kejadian yang terjadi sekitar pertengahan bulan Agustus lalu ini kembali mencuat setelah adanya pesan singkat ( sms ) berantai yang berisi keluhan masyarakat atas diamnya pemerintah Kabupaten Bandung Barat dianggap melakukan pembiaran terhadap kasus ini. Dalam sms itu yang ditujukan pada bupati Bandung Barat itu berisi tuntutan agar bupati mengambil sikap. Berikut isi sms itu :

” Kepada Bapak Bupati Bandung Barat. Telah terjadi dugaan perselingkuhan dilingkungan Disdikpora, khususnya di UPT Pendidikan Kecamtan Cihampelas dan UPT Pendidikan Batujajar. Perselingkuhan tersebut sudah berlangsung lama, dan sekarang sudah menyebar di Masyarakat. Adapun oknum tersebut bernama YY Kepala Sekolah Dasar Mekarjaya Batujajar dan DH Kepala Sekolah Daras Rancairung 5 Kecamatan Cihampelas. Mereka masih memiliki suami dan memiliki istri. Untuk itu kami mengharapkan Bapak Bupati menindak tegas oknum kepala Sekolah Dasar tersebut.”

Ketika buanajabar.com mencoba mengorek keterangan beberapa sumber terkait perkembangan kasus ini, sumber kami mengatakan bahwa kedua oknum tersebut masih beraktivitas seperti biasa. Tidak ada tindakan apapun yang diambil oleh Disdikpora Kabupaten Bandung Barat, kepada kedua oknum Kepala Sekolah tersebut.