BUANAJABAR.COM, PANDEGLANG – Pandeglang Care Movement ( PCM ) menemukan anak putus sekolah yakni Anis, 12 tahun dan Yasin, 13 tahun warga Kampung Majasari, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, tidak jauh dari Kantor Bupati Kabupaten Pandeglang.
Tidak sekolahnya dua anak tersebut lantaran alasan ekonomi karena keduanya yatim piatu dan kini kedua anak tersebut tinggal bersama neneknya digubug reot.
Ketua PCM, Aang Ahmed mengatakan, informasi tentang ada anak yang tidak dapat melanjutkan sekolah kejenjang SLTP dari warga. Pada saat itulah ia dan relawan lainya mendatangi kediaman dua bocah tersebut.“Masalahnya klasik yakni ditinggal orang tua dan masalah ekonomi akhirnya dua anak ini Anis dan Yasin terpaksa tidak melanjutkan sekolahnya ke jenjang SLTP setelah lulus dari SDN 3 Majasari. lebih hironisnya lagi keberadaan mereka ini berada di dekat ibu kota Kabupaten Pandeglang bahkan di kelurahan,” kata Aang.
Aang, menjelaskan kedua kakak beradik itu yang hidup bersama neneknya dalam tempat yang sudah tidak layak huni. untuk mendapatkan makan sehari-hari, hanya mengandalkan belas kasihan dari warga setempat.
“Untuk bisa makan mak Urif nenek dari Anis dan Yasin mengandalkan belas. kasihan dari tetangga dan saudaranya yang jauh. Melihat hal ini kami dari PCM Insya Allah akan membantu kedua anak ini supaya bisa mendapatkan hak pendidikanya ke jenjang SLTP dan neneknya akan kami dorong ke Dinas yang menangani hal ini,” ujarnya.
Pipit tetangga anak tersebut menuturkan, kedua orang tuanya sudah jarang kelihatan entah ada dimana, untuk makan biasanya Nenek Urif dan cucu-cucunya hanya mengandalkan pemberian.
“Kami sebagai tetangganya sering memberi dan kami harap pemerintah bisa membantunya atau turun langsung dulu untuk melihatnya,” harapnya.
Nenek Urip, menuturkan, cucunya tidak bisa melanjutkan sekolahnya karena dirinya bingung untuk biaya sehari-hari kesekolah, untuk makan aja susah.
“Boro-boro mau sekolah untuk makan saja susah,” ujarnya.










