BUANAJABAR.COM, PANDEGLANG – Puluhan pengelola Cottage dan homestay Cipanon, desa Tanjung Jaya kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang Banten mengeluhkan kurangnya minat kunjungan wisatawan di selatan banten.
Muhamad Nammah salah satu pengelola cottage kampoeng Nelayan Cipanon mengatakan Cipanon merupakan salah satu kota kecil sebagai penyanggah wisatawan yang akan berkunjung ke sebuah kawasan ekomomi khusus (KEK) Tanjung Lesung diduga faktor penyebab diantaranya kurangnya daya tarik sehingga wisatawan cepat bosan dan tidak kembali lagi. Sebaliknya jika saja sarana pendukung dapat dimiliki seperti permainan di sepanjang pesisir pantai dan ditambah adanya cindera mata atau oleh-oleh khas daerah itu sendiri tentunya akan membantu. Masih dikatakan Nammah sepinya pengunjung terjadi sejak bulan Agustus silam hingga sekarang.
” Setiap bulannya kami harus rela menutupi upah untuk karyawan, pembayaran listrik, Sarana air bersih dan juga belanja untuk restoran. Harapannya dalam menyongsong pergantian tahun baru nanti. Wisatawan yang berkunjung kekawasan ekonomi khusus tanjung lesung ini meningkat, ” kata dia
Hal senada juga dikatakan Asep, Selaku perangkat Desa Tanjung Jaya.
” Cukup dirasakan memang 3 bulan terakhir ini pengunjung yang berwisata kekawasan ekonomi khusus Tanjung Lesung anjlok hingga diperkirakan mencapai 80 %. Oleh karena itu tentunya kepada pemerintah yang membidangi kepriwisataan untuk lebih proaktif lagi dalam melakukan pelatihan – pelatihan tentang kepariwisataan baik itu kepada masyarakat sekitar kawasan (lokal) juga pengelola wisata lainnya. Sehingga Sumber Daya Manusia (SDM) akan lebih tercapai optimal dan faktor lain seperti penyebab kurangnya daya tarik didaerah tersebut untuk segera dibenahi sehingga wisatawan yang berkunjung selain betah juga akan kembali lagi, ” kata mereka










