Ironis. Warga Pandeglang Lebih Memilih Bekerja Dibandingkan Lanjut Sekolah. Ini Alasannya

13.633 dibaca
BUANAJABAR.COM, PANDEGLANG
Tidak sedikit siswa yang telah lulusan dari lembaga pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) tahun ajaran 2016/2017 di kabupaten Pandeglang terputus. Itu diduga akibat tingginya biaya masuk kesekolah lanjutan (SLTA Sederajat).
Dari hasil penelusuran buanajabar.com, Selasa 8 November 2016, dipemukiman penduduk yang mayoritas hidupnya sebagai nelayan. Desa Citeureup. Kecamatan Panimbang. Terdapat puluhan anak bangsa tengah putus sekolah.
Darna (35) selaku orang tua siswa dari Bunga siswa lulusan MTs Asuban Citeureup tahun ajaran 2016/2017. Mengaku Tidak berdaya akibat terbentur biaya.
fix-add-hanura
“Kami tidak dapat berbuat banyak karena terbentur keadaan dan biaya. Sementara penghasilan kami-pun selaku nelayan sangat kecil. Bahkan. untuk menutupi kebutuhan keluarga saja terkadang tidak mencukupi.
lebih-lebih untuk putrinya melanjutkan sekolah ketingkat SLTA. Dengan biaya uang pendaftaran di kisaran jutaan rupiah.”kata Darna dirumahnya.
Menurut Darna, atas kesadaran putrinya. akibat tidak ada biaya untuk melanjutkan ke Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), dia pun akhirnya memilih untuk bekerja. sebagai pembantu rumah tangga. untuk membantu menambah kebutuhan prekonomian keluarga
“Cukup disayangkan memang, padahal anak tersebut sangat pintar dan cerdas. Dia rajin dan selalu aktif disekolah.” Tambah Darna.
Darna berharap, pemerintah agar segera mengklarivikasi kembali lembaga pendidikan khususnya sekolah lanjutan tingkat atas dipandeglang. Sehingga, tunas-tunas harapan bangsa ini seperti anaknya dapat kembali melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi