HNSI Jabar : Kapal Pukat Harimau Ancam Keberadaan Nelayan Kecil

17.040 dibaca
Ketua DPD Jabar Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia
Ketua DPD Jabar Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia

BUANAINDONESIA.COM, JABAR – HNSI Jawa Barat tetap mendukung dan mendorong kebijakan pusat mau pun daerah terkait kapal pukat harimau.

Pernyataan itu dikatakan ketua DPD Jabar Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Nandang S Permana disela – sela acara Silaturahmi Keluarga Besar Nelayan Jawa Barat dan Rapat Koordinasi pengurus DPD HNSI Jabar bersama 11 DPC HNSI se Jabar, di Hotel Topas Bandung, Selasa, 14 maret 2017.

Advertisement

Nandang S Permana, menyatakan kapal Pukat Harimau harus hilang karena akan mengancam keberadaan nelayan kecil

“Saya mohon tolong pikirkan juga nasib nelayan yang hanya memiliki kapal kecil. Nelayan menginginkan kearifan lokal, agar tidak terjadi kesenjangan sosial”, ujarnya.

Terkait bantuan pemerintah, Nandang meminta bantuan pemerintah juga hendaknya tepat guna dan tepat sasaran.

“ Nelayan mancing jangan dikasih jaring, begitupun nelayan budidaya jangan dikasih perahu. Kebijakan itu harus bottom up jangan top down, ” lanjut dia

Lebih lanjut Nandang mengatakan, masalah yang cukup penting juga yaitu tentang kebijakan perijinan bagi nelayan terutama urusan surat-surat kapal nelayan

” HNSI meminta agar kebiajakan itu diserahkan kepada DKP saja. Demikian pula untuk pusat dibawah KKP saja. Dishub kelautan urusan niaga saja lah,” paparnya.

Sementara, Ketua Umum DPP HNSI Pusat, Letjen TNI (Purn) Yusuf Solichien meminta kepada seluruh DPD dan DCP HNSI se Jabar untuk tetap solid.

Yusuf meminta agar hasil rakor DPD HNSI Jabar 2017 segera disampaikan ke DPP karena hal ini penting untuk mengatasi berbagai Permen yang membatasi tangkapan nelayan.

” Kalau gerak langkah nelayan dibatasi, kasihan nasib 157 nelayan Jabar sebanyak 90% masih hidup dibawah garus kemiskinan”, pungkasnya

Acara Silaturahmi dan rapat koordinasi ini dihadiri Sekda Jabar Iwa Karniwa selaku Ketua Dewan Pembina DPD HNSI Jabar, Dedy H. Sutisna, mantan Staf Ahli Menteri KKP sekarang Sekjen Dewan Kelautan Indonesia (Dekin), Perwakilan Kodam III Siliwangi, Polda Jabar (Polair), Pejabat Lanud Husein Sastranegara, Pejabat Danlanal Bandung dan para pengurus DPC HNSI se Jabar.