‘ Siap Tempur ‘ Dalam Pilgub Jabar, Iwan Sulanjana Akui Sudah Punya Calon Pasangan yang Cocok

32.791 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Ketua DPD Jawa Barat Partai Demokrat, Iwan Sulandjana mengaku telah mendapat perintah Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) Jawa Barat 2018. Sejumlah langkah telah dilakukan oleh dirinya, termasuk berkomunikasi ke partai politik juga dengan figur yang saat ini telah banyak disebut publik sebagai kandidat bakal calon gubernur atau wakil gubernur

Iwan mengatakan dari sekian banyak nama – nama figur kandidat bakal cagub dan cawagub, ada satu figur yang dinilai memiliki chemistry kuat dengan dirinya

Advertisement

” Ada pak Ridwan Kamil, Kang Agung Suryamal, pak Wagub Deddy Mizwar, ketua Gerindra Jawa Barat Mulyadi. Semuanya baik, cerdas, tapi kan memang yang harus dapat chemistry nya. ya tapi kan cuma satu nama yang dapat chemistry. Cocok. Nama itu saya nilai bisa masuk ke kelompok masyarakat manapun, ” kata Iwan

Masih kata Iwan, figur yang cocok dengan dirinya adalah figur yang kedepan bisa bersinergi dengan dirinya. Ada beberapa indikator yang membuat Iwan menjatuhkan pilihannya

” Figur yang saya nilai bisa sejalan. Saya senior, dia figur muda. Kalau muda dengan muda sulit ya, harmonisnya tidak akan bertahan lama, paling bertahan 3 bulan. Perlu ada kombinasi senior dan muda. Selanjutnya dari latar belakang juga, saya militer, perlu ada figur yang faham ekonomi juga. Figur ini kan punya program – program, tapi dari programnya yang bagus itu sebagian di ‘ ganjal ‘ kebijakan – kebijakan, nah sekarang kita beri kesempatan untuk dia menjadi pemegang kebijakan, agar programnya berjalan. Kekuasaan kan harus direbut. Nah itu yang saya sebut berbagi peran. Saya bukan tipikal orang yang mau menguasai partner saya, nah disanalah kita harus berbagi peran. Kalau semua oleh saya, tidak bisa berjalan. Jujur saya bukan orang ekonomi, Jawa Barat perlu pemimpin yang faham perekonomian. Tapi bukan teori saja, ” ucap Iwan.

Ditanya soal nama figur tersebut, Iwan masih enggan mengungkapkan

” ya itu kan ada clue nya. Silakan dicermati. Kalau saya buka sekarang, saya buka kartu dong ” lanjut Iwan.

Sementara itu, Pengamat lembaga kajian Aliansi Masyarakat untuk HAM, Demokrasi dan Keadilan Hukum ( Amandemen ), Cepi Alhumaedi menanggapi pernyataan Iwan

” Kita harus faham dulu komunikasi yang dilontarkan Ketua Demokrat Jabar itu. Kalau Pak Iwan mengungkap ada empat nama tersebut, ini menarik. Analisanya seperti ini, Pak Iwan itu tokoh senior, mantan Pangdam juga, ketua partai pula, mungkin kah mau jadi wakil ? nah kalau dengan RK dan Demiz, tidak mungkin Pak Iwan jadi Gubernur kan ? saya yakin gak lah. Posisi tawarnya akan menarik Demokrat ke level dibawah. Ingat Demokrat itu 12 kursi lho, cukup banyak, hanya butuh 8 kursi lagi koalisi untuk mengusung pasangan calon. Nilainya cukup tinggi. Kalau dengan RK yang didukung Nasdem, apa mau RK jadi wakil ?. RK itu sudah digadang – gadang nomer satu kok. Dengan Demiz demikian, tinggal tanya saja, mau Demiz jadi wakil ? lalu kalau dengan Demiz, garis bawahi bahasa pak Iwan yang pasangan Senior dan muda. Soal statement pak Iwan yang berlatar ekonomi kami juga soroti, bukanlah, bukan Demiz. mengerucut kan ? Tinggal 2 nama lagi. Satu ketua kamar Dagang dan Industri, satu lagi ketua Partai. Dua – duanya pengusaha. Agung Suryamal dan Mulyadi. Dua – duanya sudah komunikasi dengan Prabowo, tinggal tanya, siapa yang sudah komunikasi dengan Cikeas ( SBY ). Nah teman – teman sudah tau jawabannya, ” papar Cepi.