Pengamat : Duet Maut Ini Magnet Kekuatan Baru Ekonomi dan Politik Jabar

18.468 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Nama – nama yang akan bertarung di kontestasi pemilihan kepala daerah ( Pilkada ) Jawa Barat mulai mengerucut. Koalisi Gerindra – PKS telah merilis pada publik bahwa koalisi ini akan sokong pasangan Deddy Mizwar ( Demiz ) dan Syaikhu, sedang poros Golkar dan PDIP memberikan sinyal kuat akan berkoalisi dan menyokong Dedi Mulyadi. Langkah-langkah itu disiasati serius figur lain yang disebut akan juga maju dalam Pilgub Jabar itu, Ridwan Kamil dan Agung Suryamal misalnya.

” Kalau saya dijodohkan oleh partai ( berpasangan dengan Kang Agung ), insya Allah saya akan sangat berbahagia, ” Kata Ridwan Kamil ( RK ) pada media, kamis, 17 Agustus 2017.

Advertisement

Pasangan RK dan AS kemudian dipandang oleh sejumlah kalangan sebagai ‘duet maut’ Pilkada Jabar mendatang

” Disatu sisi Emil punya kompetensi sebagai teknokrat, coba anda tanya orang Bandung, hampir rata – rata orang Bandung akan bilang, senang dengan keadaan kotanya yang kini mulai tertata rapih. Emil juga punya kompetensi di birokrasi. Layanan publik juga kami lihat semakin baik dibanding sebelumnya. Nah disisi lain, Agung punya kompetensi dan jejaring luas di dunia usaha dan perekonomian, gaya elegan Agung bisa merangkul semua kalangan, bukan hanya pelaku usaha, tapi sampai kepada kalangan buruh yang terkadang sering kita dapati kedua kelompok ini berselisih. Belum lagi Background keluarga Agung yang dari kalangan pesantren Suryalaya, basicnya kental. Kami amati dari beberapa pemberitaan media massa juga, yang kami amati Agung bisa menjadi perekat. Sudah waktunya memang ada sosok penengah yang menjadi alternatif pemimpin. Langkah tepat akan menjadikan mereka berdua sebagai ‘ Duet Maut ‘ yang menjadi magnet untuk terbentuknya kekuatan baru, baik ekonomi atau politik di Jabar, ” kata Dr Yusuf Hermawan, Analis dan Pengamat Politik dari Aliansi Masyarakat untuk HAM, Demokrasi dan Keadilan Hukum ( Amandemen ).

Lebih lanjut Yusuf menyatakan, pasangan ini juga merupakan magnet bagi kemajuan perekonomian Jabar kedepan

” Kalau soal mengemas, RK sudah jagonya, isinya itu peranan Agung. Tinggal bagaimana mereka bisa berbagi peran, jangan ada ‘ one man show’, kuncinya itu. Berbagi peran, ” Ucap Yusuf.

Sementara itu, menanggapi pasangan Deddy Mizwar dan Syaikhu yang diusung koalisi Gerindra PKS, Yusuf memaparkan pasangan ini belum bisa dikatakan 100 persen pasti maju dalam Pilgub Jabar 2018,

” Kami lihat masih dinamis ya, belum 100 persen, kalau kedua partai beri rekomendasi tertulis, Prabowo, Sohibul ( Presiden PKS) satu meja umumkan pada publik, bicara declare dan masuk ke tahapan pendaftaran di KPU, itu baru fix, ibarat kata belum ada ‘ janur kuningnya ‘, jadi sulit kalau dikatakan fix. Last Minute lagi sepertinya. Bisa iya pasangan itu jadi, bisa juga tidak. Buat parpol, Pilkada Jabar ini pararel dengan Pilpres 2019. Deal – deal an penentuan nama usungan di Jabar akan dikaitkan dengan deal – deal an pilpres. Jangan heran kalau penentuan nama figur saja akan sangat panjang dan dinamis, ” jelas Yusuf