Gara – Gara Mobil Dinas. Lagi, Gedung DPRD dan Pendopo Pandeglang Dikepung Pendemo

21.287 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia menyerbu Gedung DPRD dan Pendopo Bupati Pandeglang menolak kebijakan Bupati Pandeglang terkait pengadaan 4 mobil Toyota Fortuner.

Menurut mereka, selama 2 tahun Irna memimpin Pandeglang, predikat daerah tertinggal dan segudang masalah lain masih melekat pada kabupaten ini. Ditambah permasalahan pemotongan DAU dan denda pengembalian Rp 6 miliar sebagai buntut tidak terserapnya anggaran membuat kondisi keuangan Pandeglang semakin memprihatinkan.

Advertisement

Dengan kondisi keuangan Pandeglang yang saat ini terpuruk, Bupati Pandeglang malah membeli sejumlah kendaraan baru dengan dalih bentuk apresiasi pada pejabat vertikal, akibatnya timbul dugaan bahwa langkah tersebut sebagai upaya melemahkan hukum di Kabupaten Pandeglang.

“Jangan sampai ada anggapan dari masyarakat bahwa ini upaya melegalkan atau melemahkan aparat dalam penanganan hukum. Apakah Polres, Kejari, Kepala PN dan Dandim tidak punya kendaraan dari negara?,” ujar Ibnu Nasrullah Korlap Aksi dalam orasinya, Kamis, 7 September 2017

Mahasiswa menuntut, pejabat vertikal tidak boleh membebani rakyat dan menolak pinjam pakai Randis, Bupati harus percepat pembangunan daerah yang dianggap lebih penting dibandingkan dengan pembelian kendaraan dinas

” Bupati telah gagal dalam membuat kebijakan, DPRD telah lemah dalam menjalankan fungsi controlling sebagai perwakilan rakyat, masih banyak PR yang harus didahulukan seperti pengadaan mobil Damkar dan Ambulan yang harus jadi perhatian jika harus berbicara kendaraan dinas,” tegas Korlap lain, Muhamad Basyir.