Wabup Pandeglang Marah Lihat Proyek Ini

38.599 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban kecewa bukan kepalang. Pasalnya dia mendapati pekerjaan pembangunan betonisasi Jalan Marapat-Camara di Kampung Situ, Desa Karya Buana, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, dinilai asal-asalan.

Proyek bernilai hampir 1,8 Milyar ini dikerjakan dari Juni-Oktober 2017 atau selama 120 hari kalender. Pelaksanaan proyek ini dipercayakan pada CV Asa Media Solusindo.

Advertisement

Kata Tanto, baru dikerjakan beberapa bulan, jalan sepanjang 800 meter itu sudah mengalami kerusakan diberbagai titik kurang lebih sekitar 200 meter. Kata dia ketika diteliti, kualitas jalan yang sudah dibangun jauh di bawah spesifikasi. Bahkan sejak Lebaran Idul Fitri 1438 H lalu, pelaksana pekerjaan tidak lagi melanjutkan pembangunan.

“Akibatnya dari asal-asalan itu masih ada sisa jalan sepanjang kurang lebih 500 meter yang belum dikerjakan. Kalau pembangunan seperti ini sangat buruk, nanti harus sampaikan kepada pelaksananya agar melakukan pembongkaran kembali karena banyak yang mengalami retak,” kata Tanto,

Saat melakukan sidak yang didampingi Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pandeglang, Nunung Fauzi, Rabu, 27 september 2017.

Tanto menegaskan, akibat asal-asalan tersebut, kualitas pembangunannya tidak akan bertahan lama.

“Kalau jalan tersebut tidak dibongkar kembali, kami yakin akan cepat mengalami kerusakan. Padahal masyarakat juga kan sangat berharap jalan yang dibangun itu bisa bertahan lama,” ujarnya.

Sementara, sekretaris DPUPR Kabupaten Pandeglang, Nunung Fauzi menegaskan, bahwa pihaknya akan segera memanggil pemborong. Bahkan jika memang harus dibongkar, maka pihaknya akan menekan agar pemborong melaksanakan instruksi tersebut.

“ Kedepannya pasti akan ada sanksi jika pekerjaan itu tidak sesuai spesifikasi, jika harus dibongkar ya harus dibongkar. Maka kami akan sampaikan ke pemborong. Kami akan panggil juga,” imbuhnya.

Nunung mengklaim, pihaknya sudah melakukan pengawasan bersama konsultan pengawas. Hanya saja dikatakannya, kualitas beton yang dihadirkan dikategorikan buruk.

“ Pengiriman betonnya yang buruk. Kami juga lakukan monitoring. Karena ini kan dibangun memakai APBD, masa tidak bisa digunakan oleh masyarakat,” pungkasnya.