BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR – Di tengah target kunjungan 20 juta wisatawan yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo, tingkat kunjungan wisata maupun okupansi hotel di Jawa Barat justru mengalami penurunan.
“Tingkat okupansi hotel di Jawa Barat turun 25 persen dibanding tahun sebelumnya. Ini salah satunya dampak dari pembangunan yang jor-joran di Jakarta,” kata Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Jawa Barat, Herman Muchtar, di sela acara pengukuhan pengurus BPC PHRI Kabupaten Bogor periode 2017-2022 di Hotel Royal Safari Garden, Jalan Raya Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Kamis 19 Oktober 2017.
Herman Muchtar mengatakan, terkait kondisi tersebut maka dirinya sangat berkepentingan untuk hadir ke Bogor yang memiliki potensi pariwisata Kabupaten Bogor yang sangat besar. “Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Bogor sangat besar dan ada 472 hotel. Maka saya berharap kepada pengurus PHRI Kabupaten Bogor yang baru harus serius dan fokus serta rajin melakukan promosi pariwisata,” katanya.

Bupati Bogor Nurhayanti yang juga hadir dalam acara tersebut mengemukakan, perkembangan pariwisata termasuk okupansi hotel di Kabupaten Bogor relatif bagus. Di mana, PAD sektor pariwisata hampir 30 persen menyumbang APBD Kabupaten Bogor dan yang berasal dari hotel dan restoran sekitar Rp200 juta per tahunnya.
“Kontribusi kunjungan wisata Kabupaten Bogor pada 2016 8,7 juta dari target 7 juta. Sedangkan tahun 2017 ini, kunjungan wisata hingga pertengahan tahun sudah 5 juta lebih. Kabupaten Bogor juga meraih penghargaan sebagai daerah terbaik dalam pengembangan wisata olahraga. Kabupaten Bogor punya 12 lapangan golf, terbanyak di Asia. Kami juga punya BUMD PT Sayaga Wisata yang mulai memadukan wisata olahraga, budaya, dan UKM,” paparnya.
Dengan dikukuhkanhya pengurus PHRI Kabupaten Bogor, Bupati Nurhayanti berharap bisa meningkatkan sinergitas dengan Pemkab Bogor. “Pemkab Bogor ingin menata Puncak sebagai destinasi wisata. Ini harus dicari solusinya. Tahun ini Pemkab Bogor sedang memperbaiki jalan alternatif di utara dan selatan jalur Puncak. Sebelum Natal dan Tahun Baru diharapkan selesai perbaikannya,” ungkapnya.
Ketua PHRI Kabupaten Bogor, Budi Sulistio pun meresponsnya dan siap bersinergi dengan program-program Pemkab Bogor dalam meningkatkan pembangunan sektor pariwisata.
Sedangkan salah satu terobosan dalam meningkatkan kunjungan wisata serta okupansi hotel, kata salah seorang pengurus PHRI H. Nawawi, hotel-hotel serta restoran di Bogor kini mulai melakukan berbagai inovasi serta merangkul UKM.
“Dari sisi kuliner misalnya, makanan mie glosor yang besar dan terkenal di Bogor kini sudah masuk hotel. Selain itu sejumlah hotel mulai melakukan pameran produk UKM di hotel serta menonjolkan seni budaya,” katanya.











