Waduh, Pedagang Pafesta Ngaku Begini Pada DPRD

37.058 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR – Kurang lebih 200 pedagang yang telah membeli kios dan rumah toko (ruko) di Pasar Festival (Pafesta), Jalan Raya Puncak, Kecamatan Cisarua, mengadukan nasibnya ke anggota DPRD Kabupaten Bogor. Para pedagang ini resah lantaran sudah membayar kios ruko namun belum bisa mempergunakannya.

Advertisement

Para pemilik kios yang terwadahi dalam Forum Pedagang Pafesta ini kompak mendatangi Pafesta, karena dikabarkan anggota DPRD Kabupaten Bogor bakal datang ke lokasi untuk membantu menyelesaikan persoalan. Kedatangan rombongan Komisi III DPRD Kabupaten Bogor pun lantas disambut pedagang dengan menyampaikan keluh kesahnya.

Ketua Forum Pedagang Pafesta, Kirman, mengungkapkan, selama delapan tahun nasib pedagang Pafesta tidak jelas.

” Padahal kami sebagai konsumen sudah melakukan pembayaran kios 30 persen, bahkan sudah ada yang lunas. Kami bingung, kepada siapa harus mengadu. Nasib para pemilik kios di Pafesta, hingga saat ini tidak ada kejelasan. Kios atau ruko yang kami beli tidak boleh dipergunakan oleh pengembang, PT Damarindo Abadi Lestari,” ungkapnya.

Dengan kedatangan wakil rakyat, kata Kisman, diharapkan bisa menjadi penengah agar nasib para pedagang tidak lagi terombang-ambing.

Pedagang lainnya juga menyayangkan pihak pengembang maupun pemerintah yang membiarkan pedagang kaki lima di Pafesta.

“Kami yang sudah jelas menanamkan modal dengan membeli kios atau ruko di Pafesta tidak bisa menggunakan tempat usaha ini. Namun, para PKL, bisa leluasa berjualan dengan mendirikan kios-kios di areal Pafesta, ini tidak adil,” kata Masliah, pedagang lainnya.

Menyikapi persoalan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, H. Wawan Haikal menegaskan, pihak pengembang PT Damrindo Abadi Lestari dan Yayasan Kesejahteraan Pendidikan Perumahan (YKPP) Kemenhan sebagai pemilik lahan Pafesta bersama para pembeli kios atau ruko harus duduk bersama.

“Kalau para perihal tidak bisa dihadirkan masalah ini akan terus berlarut-larut yang menjadikan kerugian bagi para konsumen,” tegasnya.

Anggota dewan dari Dapil III Kabupaten Bogor ini pun berjanji akan melakukan pemanggilan kepada pihak-pihak terkait dua minggu ke depan.

“Kami akan panggil YKPP dan PT Damarindo. Karena saat kami ke sini mereka tidak ada di lokasi,” ujarnya.

Sementara pantauan di Pafesta, ratusan kios yang sudah dibooking para pedagang nampak tidak terawat. Namun sebaliknya, area jalan masuk ke Pafesta, kini penuh oleh kios-kios PKL hingga terlihat kumuh. Bahkan, beberapa warga asing asal Timur Tengah terlihat bebas berjualan di sana.