
BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Tepat pukul 8 malam, pada hari ini kamis, 8 februari 2018 salah satu kedai kopi di jalan Cimanuk, Garut telah ramai para anak-anak muda berkumpul, mereka sedang disibukan dengan menyiapkan nasi untuk dibagikan kepada para anak-anak jalanan dan juga gelandangan di sekitaran kota Garut.
Kumpulan anak muda yang menamai dirinya komunitas Berbagi Nasi ini memang telah rutin setiap minggunya membagi-bagikan nasi kepada para gelandangan di kawasan kota Garut, kegiatan tersebut dilakukan setiap malam jum’at.
Kegiatan ini sudah berlangsung sejak lima tahun yang lalu yang diawali disekitaran di Mesjid Agung Garut.
“Kegiatan ini berawal dari bentuk keprihatinan mereka saat dahulu tahun 2011 ada seorang tukang beca yang meninggal gara-gara kelaparan di area jl. Cikuray” tutur seorang pria berambut kucir yang bernama Uday yang menjadi pemimpin komunitas tersebut.
Anak-anak jalanan memang memiliki etika dan tabiat yang buruk, akan tetapi tidak semuanya terjadi atas dasar keinginan mereka sendiri, mereka berpilaku demikian atas dasar dorongan keadaan.
Seperti ungkapan Uday selanjutnya, “bahwa kebiasaan mereka menghisap lem misalnya, itu mereka lakukan karena mereka tidak memiliki makanan, sehingga cara menahan lapar yang paling mudah dan murah adalah dengan menghisap lem” .
Tentu disini kepedulian memberi mereka makan buat semata-mata hanya memikirkan perut anak-anak jalanan saja, akan tetapi lebih dari itu, dengan kita memberi makam pada mereka, kita juga telah merubah prilaku buruk mereka untuk menghisap lem yang dapat merusak tubuh dan masa depan mereka.
Adapun kegiatan ini dilakukan secara mandiri oleh mereka tanpa bantuan dari Dinas Sosial setempat, nasi yang mereka kumpulkan didapatkan dari hasil ngecleng dan juga pemberiaan dari beberapa rumah makan yang ada di Garut. Pemerintah sendiri memang punya komunitas sosial seperti ini, namun, sampai saat ini komunitas Berbagi Nasi ini masih belum bisa berkerja sama dengan komunitas pemerintah karena koordinasi yang sulit.
“Selanjutnya, kita berharap untuk ke depannya pemerintah dan masyarakat yang mampu bisa lebih melebarkan mata, memiliki kepedulian terhadap orang-orang yang kurang beruntung seperti mereka ini, khususnya pihak Dinas Sosial bisa lebih serius lagi dalam mengurusi orang-orang seperti mereka dan bisa menjalin koordinasi dengan baik dengan komunitas-komunitas anak muda seperti kami ini,” Ujar Uday.











