
BUANAINDONESIA.CO.ID. BOGOR -Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Donni Monardo meninjau lokasi longsor di Puncak, Kecamatan Cisarua dan di Kampung Maseng Kecamatan Cijeruk, Sabtu, 10 Februari 2018.
Dalam kunjungannya, Pangdam menyebarkan bantuan bibit pohon vetiver (akar wangi) dan mani’i, dengan total sebanyak 35000 bibit pohoh.
Mayjen TNI Donni Monardo mengimbau kepada semua pihak, supaya selain membangun infrastruktur buatan, juga mengimbanginya dengan infrastruktur alam berupa penanaman pohon.
Bantuan bibit pohon vetiver (akar wangi) dan mani’i ini adalah dalam upaya merehabilitasi alam dan mengantisipasi terjadinya longsor.
“Pohon-pohon ini nanti ditanam di seluruh wilayah yang rawan longsor dan di pinggiran rel kereta api. Sebagiannya diberikan kepada masyarakat agar di wilayahnya ditanami pohon untuk mencegah longsor,” ungkap Mayjen TNI Donni Monardo.
Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Letkol Inf. Fransisco menjelaskan, pohon vetiver atau akar wangi ini sangat baik untuk menahan erosi atau longsor. Vetiver adalah sejenis rumput, akarnya tebal dan sistem akarnya kuat sehingga berpotensi untuk ditanam hingga kedalaman 5 meter, artinya akarnya mampu melakukan penetrasi pada lapisan tanah.
“Pertumbuhan akar yang dalam, membuatnya menjadi toleran pada kekeringan. Tinggi Vetiver bisa mencapai hingga 2 meter serta dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, mulai dari yang berpasir hingga tanah liat,” tambah dia.

Vetiver yang selama ini dikenal kerap dijadikan bahan kerajinan dan minyak wangi, juga toleran terhadap banjir dan genangan air.
“Vetiver telah banyak digunakan sebagai penahan air dalam rangka konservasi tanah untuk stabilisasi lereng curam dan rehabilitasi lahan terdegradasi dan terganggu atau rusak,” pungkas dia.
Hadir juga mendampingi Pangdam III Siliwangi, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat, Kadinsos Kabupaten Bogor Roy E Khaerudin, Camat Cijeruk Hihayat Saputra Dinata, dan jajaran kepolisian.
Editor: NA










