Diduga Kena Sabetan Pisau Saat Dilahirkan, Bayi Malang Ini Luka Di Kepalanya

19.906 dibaca
Rafif Azar Rachman yang baru berusia tiga bulan, harus menjalani perawatan yang intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung karena terdapat luka di bagian kepalanya. Diduga Rafif terkena sayatan pisau saat dilahirkan disebuah puskesmas di Bandung.

BUANAINDONESIA.CO.ID BANDUNG – Seorang bayi bernama Rafif Azar Rachman yang baru berusia tiga bulan, harus menjalani perawatan yang intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung karena terdapat luka di bagian kepalanya. Luka ini diduga karena salah penanganan medis ketika dilahirkan di salah satu puskemas di kota Bandung.     

Advertisement

Bayi dari pasangan pasangan Abdul Rachman dan Rida Paridawati itu sudah dirawat selama lebih dari satu bulan di RSHS. Biaya yang mahal menjadi salah satu kesulitan orangtua bayi karena ayahnya sudah tak bekerja karena harus mengurus ketiga anak lainnya yang masih kecil.

Kejadian tersebut berawal saat proses persalinan pada 25 Desember 2017 lalu di salah satu puskesmas di Kota Bandung. Saat bidan yang membantu proses persalinan hendak akan memecahkan ketuban Ibu si bayi tersebut, namun benjolan yang diduga ketuban tersebut justru mengeluarkan darah saat terkena sayatan.

Padahal sebelumnya, menurut keterangan Rida Paridawati, Ibu bayi tersebut, dirinya sudah menyampaikan bahwa ketuban sudah pecah, bahkan dokterpun menyarankan jika dalam waktu 7 jam tidak melahirkan maka akan dirujuk ke Rumah Sakit.

“Puskesmas juga menganjurkan dirujuk kalau 7 jam tidak melahirkan, tapi sebelum tujuh jam itu saya akhirnya bisa melahirkan,” kata Rida Paridawati saat dihubungi oleh buana indonesia, Selasa, 20 Februari 2018.

Menurutnya Rida sebelum melahirkan ketubannya sudah pecah duluan. Namun bidan yang menangani malah hendak memotong ketuban itu ternyata ujung kepala sang bayi.

Demi merawat sang bayi di RSHS Rida dan sang suami harus meninggalkan 3 buah hati mereka yang masih kecil di rumah. Ayahnya sudah tidak bekerja karena harus mengurusi anak-anaknya.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan sang anak, Rida Parida bersama suami Ayat Abdul Rachman harus berutang, karena sang suami berhenti bekerja untuk merawat sang anak.

“Butuh biaya buat sehari-hari soalnya selama anak saya masuk RSHS selama hampir 2 bulan suami saya tidak kerja, terus harus nutupin kebutuhan si ade bayi di RS, dirumah juga ada anak yang ditinggal ada 3, buat nutupin kebutuhan sehari-hari saya harus berhutang,” katanya

Rida berharap agar permasalahan ini terselesaikan,terlebih pekerjaannya seorang ibu rumah tangga yang harus mengurusi ketiga anak lainnya yang di rumah terabaikan dan biaya yang membengkak membuat Rida harus berhutang kesana kemari. Pihak dari puskesmas sementara sudah ada itikad baik,namun belum ada titik temu dalam permasalahan ini.