
BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Maraknya isu terkait penyerangan terhadap pondok pesantren dan ulama, menjadi perhatian khusus Kantor Kementerian Agama Pandeglang.
Kepala Kantor Kementerian Agama Pandeglang, Amin, mengatakan semua pihak harus menjaga stabilitas dan keharmonisan kerukunan beragama dengan saling menghargai.
“Imbauannya masyarakat menjaga keharmonisan dan kerukuran, saling menghargai, jangan membuat sesuatu yang tidak diinginkan bersama,” ungkapnya, Jumat, 23 Februari 2018.
Menurutnya, pihaknya akan bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pandeglang sebagai lembaga yang mempunyai peranan penting dalam memelihara kondusifitas Pandeglang.
“Jangan mudah terprovokasi terkait isu terhadap penyerangan ulama. Kalau terjadi penyerangan yang dilakukan oleh oknum tertentu, maka harus sesuaikan dengan prosedur, melapor ke aparat yang berwenang dan tidak main hakim sendiri, kemudian ketika ada persoalan yang menyangkut SARA, kita jangan mudah ambil kesimpulan,” sambungnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, pihaknya memiliki peran dalam mewujudkan kerukunan umat beragama, baik itu Islam, Kristen dan agama lainnya.
“Tugas kita untuk menciptakan kerukuran bergama, baik itu internal sesama pemeluk agama dan pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agaman lainnya, juga antar pemeluk agama dengan pemerintah, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, terutama yang memporak-porandakan kerukunan bergama,” tegasnya.
Editor: NA










