
BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – PT Frisian Flag Indonesia (FFI) perkuat komitmennya untuk mengembangkan peternak sapi perah di Indonesia melalui program Farmer2Farmer (F2F) dengan memberikan pelatihan manajemen bisnis yang komprehensif untuk peternak sapi perah di Lembang dan Pangalengen, Selasa, 6 Maret 2018.
DDP Manager and FDOV Project Frisian Flag Indonesia, Akhmad Sawaldi mengungkapkan, materi manajemen bisnis baru akan mulai diajarkan kepada peserta peternak sapi perah tahun ini untuk menyelesaikan rangkaian pelatihan praktik peternakan sapi perah (GDFP) dalam program F2F. Sejak dimulai tahun 2013, program F2F sudah berhasil menjangkau hampir 1000 peternak sapi perah lokal di Jawa Barat dan Jawa Timur.
“Kami memahami, bahwa pengetahuan dan keterampilan GDFP tidak lagi cukup bagi peternak sapi perah untuk mengembangkan praktik peternakan mereka. Mereka perlu memahami pengelolaan bisnis dan administrasi agar bisa mengembangkan peternakan sapi perah secara berkelanjutan. Kami percaya pada potensi peternak sapi perah lokal ini dengan demikian, kami akan memberikan dukungan secara terus menerus untuk memberdayakan mereka lebih jauh,” kata Akhmad pada acara yang diadakan di Hotel & Restoran Sindang Reret, Cikole, Bandung, Kamis, 1 Maret 2018.
Program F2F diawali dengan tujuan untuk mendorong peternak sapi perah lokal menerapkan GDFP secara konsisten dan berkelanjutan. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumsi susu masyarakat Indonesia. Melalui inisiatif ini, FFI mengembangkan dan menerapkan serangkaian pelatihan intensif serta program pendampingan dan pemantauan.
“Kami percaya pada potensi peternak sapi perah lokal ini, dengan demikian, kami akan memberikan dukungan secara terus menerus untuk memberdayakan mereka lebih jauh,” tambah Akhmad.
Rangkaian pelatihan dalam program F2F diselenggarakan oleh para ahli berpengalaman dari FFI dan juga para peternak Belanda yang telah sukses, dimana mereka terbang melintasi dunia untuk membimbing peserta F2F. Tahun ini, F2F menghadirkan tiga peternak Belanda yang telah sukses, yaitu Paul Sinnige, Adinda Roerink, dan Minne Holtrop untuk melatih peserta F2F di Jawa Barat dan Jawa Timur dari tanggal 12 sampai 27 Februari.
Usep Dadang (38), peternak sapi perah asal Lembang, mengakui bahwa program F2F telah membantunya meningkatkan usaha peternakan sapi perah.
“Saya telah mengikuti program F2F sejak 2016 dan merasakan begitu banyak manfaat dari program ini. Saya telah beralih dari praktik peternakan konvensional ke modern yang diajarkan pada program F2F ini, dan sekarang saya telah mengalami perkembangan yang signifikan pada kualitas dan produktivitas peternakan sapi perah saya,” ungkap Usep.
Sementara itu, Dedi Setiadi, Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) yang menghadiri acara penutupan tersebut, mengatakan menyaksikan perubahan secara bertahap pada peternak sapi perah setiap harinya.
“Saya berharap FFI akan terus memperluas program F2F ke daerah-daerah lainnya di Indonesia.” ujat Dedi.
Program Farmer2Farmer diselenggarakan melalui kolaborasi FrieslandCampina dan FFI dengan Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang, Jawa Barat, Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Jawa Barat, Koperasi Bangun Lestari Tulung Agung, Jawa Timur, Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur, Jawa Timur dan dukungan penuh dari Pemerintah Belanda melalui instrumen kemitraan publik-swasta Kementerian Luar Negeri Belanda, yakni FDOV.
Melalui FDOV, FFI memanfaatkan kesempatan tersebut untuk secara substansial memperbaiki produktivitas dan keberlanjutan di kalangan peternak, melalui pelatihan dan dukungan teknis. Implementasi Program Farmer2Farmer diharapkan dapat mengatasi masalah perekonomian para peternak sapi perah serta memenuhi kebutuhan susu segar di Indonesia.
Editor: NA









