Pasca Kasus Orangutan Merokok, BBKSDA Tingkatkan Keamanan Satwa 

18.565 dibaca
Kepala BBKSDA Sustyo Iriono saat menggelar konfrensi pers terkait viral Orang Utan merokok di Bonbin Bandung, Jumat, 9 Maret 2018.

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG- Pasca Kasus Orang Utan merokok, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat ingin  meningkatkan keamanan satwa, khususnya di Kebun Binatang Kota Bandung saat ini. Kepala BBKSDA Sustyo Iriono mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Manajemen Kebun Binatang untuk kapasitas SDM dan sarana lainnya terkait pengelolaan sebagai lembaga konservasi. 

Advertisement

” Kami menyesalkan atas viralnya video merokok orangutan di Kebun Binatang Bandung. Setelah adanya video itu pihak kami langsung berkoordinasi dengan pihak Kebun Binatang dan tim dokter, keadaan fisik orang utan dinyatakan sehat. Tapi setelah kejadian ini kami ingin meningkatkan keamanan bagi hewan-hewan, khususnya tempat wisata,” kata Sustyo dalam konfrensi pers BBKSDA, Jumat 9 Maret 2018.

BBKSDA ingin meningkatkan keamanan satwa dalam segala aspek termasuk kesehatan, kebersihan, para tim pekerja dan juga saran dan prasarana. Menanggapi hal tersebut, Manajemen Kebun Binatang Bandung, Sulhan Syafi’i menyatakan akan berkoordinasi baik dengan pihak BBKSDA.

” Kami mengapresiasi adanya tindak cepat BBKSDA terhadap kejadian ini. Tentunya kami akan merencanakan  dan membuat peraturan baru di dalam internal Kebun Binatang. Kalau untuk memperketat pengunjung masih dalam pembicaraan internal, tapi kalau seandainya melarang pengunjung membawa makanan itu agak sulit,” ujar Sulhan.

Lebih Lanjut Sulhan menjelaskan di Kebun Binatang Bandung sudah terdapat SDM yang bekerja sesuai dengan SOP-nya. Mulai dari membersihkan kandang, membersihkan kotoran dan juga memberikan makan. Namun dengan jumlah pengunjung yang cukup padat pun hal-hal yang terduga pun bisa terjadi.

” Pengunjung di hari biasa sekitar 750-1.500, paling banyak di hari Minggu mencapai 4.000 pengunjung. Kami memiliki 13 orang satpam yang setiap dua jam sekali keliling untuk patroli dan juga team keeper, cuma tidak mungkin dalam keadaan pengunjung seperti itu team keeper tidak boleh kencing. Sepertinya pelaku ini pun sudah melihat situasi ketika team keeper atau satpam tidak ada,” jelas pria berkacamata itu.

Pihak Kebun Binatang ataupun BBKSDA ke depannya berharap bisa meningkatkan keamanan dan perlindungan kepada satwa.

” Ke depannya kita terus bekerjasama dan berkoordinasi untuk bisa menjaga satwa-satwa yang ada, seperti di tahun 2018 ini kami sudah mengevakuasi 38 individu satwa,” pungkas Sustyo.