
BUANAINDONESIA.CO.ID, BANJAR – Puncak Hari Jadi Kota Banjar yang ke 15 dimeriahkan oleh pagelaran Wayang Ajen dengan dalang Ki Dalang Wawan Ajen. Acara puncak ini dihadiri oleh perwakilan dari kabupaten dan kota tetangga, seperti Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Ciamis.
Dalam pagelaran Wayang Ajen tersebut, membawakan cerita tentang kehidupan keseharian di Indonesia dalam berpolitik dan kepemerintahan. Ada isu-isu kontemporer masa kini yang hangat di masyarakat, seperti tahun politik juga masalah sosial, korupsi dan roda kehidupan yang dikemas apik oleh ki Dalang Wawan Ajen. Acara tersebut digelar di Taman Lapang Bakti Kota Banjar, Sabtu malam, 17 Maret 2018.
Acara tersebut dihadiri oleh Sekda Pemerintah Kota Banjar Ade setiana, Danyon Raider 323, Ketua DPRD Kota Banjar Dadang Kalyubi, Kapolres Banjar AKBP Twedi, Wakapolres Banjar Kompol Ade Nazmulah, Ketua KPU Banjar Dani Danial Mukhlis, Wakil dari Kementrian Pariwisata, dan Kepala Dinas Pariwisata dari setiap kabupaten dan kota tetangga.
Dalam sambutannya Sekda Kota Banjar, Ade Setiana, mengatakan pagelaran Wayang Ajen ini adalah puncaknya Hari Jadi Kota Banjar untuk menghibur warga Banjar dan sekitarnya. Turut hadir 8 perwakilan dari Kabupaten dan Kota tetangga. Pagelaran Wayang Ajen ini mengambil makna dari sebuah cerita pewayangan yang dikemas dengan cerita zaman now. Pertunjukan Wayang Ajen ini sudah digelar di 51 negara.
“Mudah – mudahan acara pegelaran Wayang Ajen ini berjalan dengan lancar dan aman. Kami Pemerintah Kota Banjar patut bangga, pagelaran Wayang Ajen sekelas internasional bisa dilaksanakan di Kota Banjar,” terang Ade Setiana.
Ade berharap masyarakat Indonesia semakin menyukai dengan budaya tradisional daerah masing-masing, seperti halnya Wayang Ajen yang mulai disukai oleh negara lain. Ade berterima kasih banyak kepada Kementrian Pariwisata Indonesia, DPR RI, dan Ki Dalang Wawan Ajen yang telah menghibur masyarakat Banjar dan sekitarnya.
Editor : NA









