RA Lasminingrat Tokoh Literasi Garut

28.800 dibaca
Memperingati Hari RA Lasminingrat sebagai Perempuan intelektual Pertama dan Ibu Literasi Indonesia. Gedung RA Lasminingrat, Garut. Selasa, 10 April 2018.( BUANA INDONESIA NETWORK / Deden Solihin ).

BUANAINDONESIA.CO.ID, Garut – 10 April 2017 mungkin agak terlupakan, tahun lalu dicanangkan sebagai Hari RA Lasminigrat. Tentu saja, bagi masyarakat Garut, perjuangan Raden Ayu Lasminisngrat tidak hanya sebatas pendirian Sakola Istri saja, beliau telah memberikan kontribusi besar bagi sekolah kecil yang didirikan ayahnya dengan cara menerjemahkan buku-buku cerita bahasa Belanda ke dalam bahasa Indonesia, dengan bahasa dan aksara Jawa dan Sunda, hingga kemudian terjemahannya meraih sukses besar menyusul sekian kali dicetak ulang. Contoh kecilnya adalah karya sastranya berjudul ‘Carita Erman’ .

Advertisement

Satu tahun kemudian, tepatnya hari Selasa ini 10 April 2018 memperingati Hari RA Lasmingrat, diselenggarakan acara Sarasehan dan Peringatan Hari RA Lasminingrat berlangsung di Gedung RA Lasminingrat, Jalan Jend. A. Yani Garut. Turut hadir kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, kepala dinas pariwisataa dan kebudayaah kabupaten Garut, Drs. Budi Gan Gan Gumilar, M.Si. kepala dinas sosial, Dra. Hj. Elka Nurhakimah, kabag keagamaan dan kesra setda jabupaten Garut Dra. H. Dahlan, serta pangarang buku Asli Garut, Deddy Efendi.

Dalam sambutannya kepala dinas pariwisataa dan kebudayaan kabupaten Garut, Drs. Budi Gan Gan Gumilar, M.Si mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar RA Lasminingrat yang telah berjuang dengan segenap kemampuan guna mendapatkan Literasi terkait RA Lasminingrat. Budi Gan Gan berharap di masa yang akan dataang RA Lasminingrat dapat diperjuangkan menjadi Pahlawan Nasional, di samping tokoh Literasi asal Garut.

Tahun 2010 perjuangan RA Lasminingrat pernah didorong untuk menjadi Pahlawan Nasional oleh pemkab Garut, namun akhirnya gagal, pasalnya kajian ilmiah mengenai tokoh RA Lasminingrat dan sepak terjangnya waktu itu, dinilai belum lengkap, sehingga belum memenuhi kategori nomine pahlawan nasional.

Untuk itu wakil gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, saat berkunjung ke Garut, 10 April 2017, menekankan agar dalam pengusungan RA Lasminingrat menjadi pahlawan nasional, tidak perlu terburu-buru. Menurutnya data dan bukti harus terus digali secara berkesinambungan hingga mengerucut pada satu kesimpulan yang valid. Ia juga meminta Tim Peneliti Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) untuk terus menggali data di kearsipan Belanda, Rusia, dan dimana pun data terkait kiprah RA Lasminingrat berada, supaya fakta sejarahnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Ketua tim pengusung gelar pahlawan RA Lasminingrat, Rani Permata Dicky Chandra berharap dukungan dari semua pihak agar perjuangan RA Lasminingrat dihormati dan dihargai. Ia pun meminta agar jasa-jasanya dikenang dan diperingati.

Pada tahun 2007, Lasminingrat sempat masuk pengajuan dalam daftar pahlawan nasional. Namun, pengajuannya sebagai Pahlawan Nasional terkendala minimnya data serta syarat lainnya yang diminta oleh pemerintah pusat. Meski belum diakui secara nasional, masyarakat Garut umumnya telah menganggap Lasminingrat sudah menjadi pahlawan intelektual.