Kapolda Jabar Inginkan Jawa Barat Bebas Miras saat Bulan Ramadhan Tiba

27.883 dibaca
Kapolda Jabar Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto saat kunjungan kerja ke Mapolres Banjar. (BUANA INDONESIA NETWORK/Dede Gumilar)


BUANAINDONESIA.CO.ID, BANJAR- Jelang bulan suci Ramadan yang tinggal satu bulan lagi, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat  Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto, saat kunjungan ke Polres Kota Banjar, Rabu 11 April 2018, meminta kepada pemerintah daerah dan menginstruksikan Polres se-Jawa Barat untuk gencar merazia peredaran Miras, agar pada saat bulan ramadhan tiba, Jawa Barat bebas dari miras. Hal ini dikatakan Kapolda Jabar usai melaksanakan deklarasi damai anti hoax di Mapolres Banjar, bersama para tokoh masyarakat dan pemerintah daerah.

Dalam kegiatan itu, Kapolda Jabar Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto, M.Si menyematkan Pin Anti Hoax kepada Ketua MUI Kota Banjar KH. Muhtar Ghojali.

Advertisement

Sepekan ini, kata Kapolda, kepolisian Daerah Jawa Barat sedang diramaikan dengan kasus miras oplosan yang banyak merenggut korban jiwa. Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto tak ingin main-main menindak tegas pedagang minuman keras (miras). Ia memerintahkan anak buahnya menertibkan penjual miras oplosan. Perintah tersebut menyusul puluhan warga di beberapa daerah Jabar tewas gara-gara menenggak miras oplosan.

Sampai hari ini, akibat miras oplosan telah merenggut 52 korban jiwa di Jawa Barat, masing-masing diantaranya 5 korban di Polrestabes Bandung, 7 korban di Sukabumi, dan 40 korban di Cicalengka. “Maka dari itu perlu adanya pengawasan mulai dari para orangtua, dan tokoh masyarakat yang ada di Kota Banjar,” harap Kapolda Jabar.

“Sudah saya instruksikan seluruh Polres untuk melakukan razia ke seluruh pedagang yang menjual minuman keras, terutama yang oplosan, sebelum bulan puasa, Jabar bebas miras,” ujar Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolres Banjar.

Lanjutnya, kepolisian akan bekerja sama dengan BPOM untuk merajia setiap penjualan miras, terutama yang miras oplosan. Kepolisian tidak ingin terulang kembali kasus banyak korban jiwa akibat miras oplosan di Cicalengka, Bandung dan Sukabumi.