Dinsos Bekali Penyandang Tuna Netra Teknik Memijat

17.785 dibaca
Para Penyandang Tuna Netra diberi latihan dasar memijat (BUANA INDONESIA NETWORK/Dwi Friastoto)

BUANAINDONESIA.CO.ID, KOTA TASIKMALAYA- Dalam upaya pemberdayaan serta memandirikan para tuna netra yang berada di Kota Tasikmalaya, Dinas Sosial Kota Tasikmalaya menggandeng Kementrian Sosial RI lewat Panti Sosial Bina Netra Wiyata Guna menggelar pelatihan dasar memijat bagi penyandang disabilitas netra di Hotel Ramayana, Jl. RE. Martadinata, Indihiang, Kota Tasikmalaya, Rabu 12 April 2018.

Kegiatan yang digelar selama 7 hari itu diikuti oleh 20 orang. Para peserta akan dibekali teori sebanyak 20 persen dan praktek 80 persen.

Advertisement

“Setelah kegiatan ini beres atau selesai, mereka juga akan diberi peralatan untuk pemijatan, diantaranya kasur khusus pijat, alat-alat pijat, minyak, tongkat netra, baju, dan lain sebagainya. Semua dikasih secara gratis dari pemerintah, tinggal bagaimana caranya pemerintah memberikan tempat,” jelas Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Nana Rosadi.

Agar memaksimalkan langkah tersebut, pihak Dinsos akan bekerjasama dengan hotel yang berada di Kota Tasikmalaya, bahkan akan menyewa gedung agar para tuna netra tersebut bisa optimal dalam bekerja.

“Kita tidak ingin mencari para pemijat tuna netra itu berada di gang, melainkan berada di hotel atau gedung bagus, agar para tuna netra ini bisa kita manusiakan, karena mereka orang normal, hanya saja keterbatasan penglihatan semata. Nah kita tumbuhkan skill-nya dulu dalam kegiatan ini,” ungkapnya.

Nana berharap lewat pelatihan tersebut, para peserta yang sudah mengikuti teknik cara memijat yang baik dan benar tersebut, bisa menjadikan profesi yang menopang hidupnya secara mandiri serta bisa ditelurkan kembali kepada tuna netra yang lainnya.

“Semoga saja para tuna netra yang sudah dikasih pemberdayaan dan keahlian ini, mereka bisa berdaya untuk kehidupannya, jangan sampai kehidupannya ditopang terus oleh keluarga.  Setelah mereka berdaya, tentunya mereka akan mandiri.” Tambahnya.

Alan (28), seorang tuna netra, warga Sindanggalih, Kota Tasikmalaya, mengaku sangat senang dan bersyukur dapat mengikuti pelatihan memijat tersebut.

“Alhamdulillah saya bisa mengikuti kegiatan mijat ini, karena saya dapat wawasan yang tentunya sangat berguna bagi saya pribadi, meski dua tahun sudah memijat, apalagi sekarang dapat sertifikat serta alat-alat pijat,” ungkapnya.