Geopark Ciletuh-Palabahanratu Resmi menjadi Unesco Global Geopark (UGG)

16.813 dibaca
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) saat hadir di acara Geopark Ciletuh-Palabuhanratu Fun Day Towards Unesco Global Geopark di Kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Kab Sukabumi, 15 April 2018. (BUANA INDONESIA NETWORK/Dini Kamilani)


BUANAINDONESIA.CO.ID, KAB SUKABUMI,- Geopark Ciletuh-Palabuhanratu resmi ditetapkan menjadi bagian dari jaringan geopark dunia atau Unesco Global Geopark (UGG). Ini merupakan sejarah baru bagi dunia pariwisata di Jawa Barat. Kabar ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) saat hadir di acara Geopark Ciletuh-Palabuhanratu Fun Day Towards Unesco Global Geopark di Pantai Palangpang, Kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Minggu 15 April 2018.

Selain Ciletuh, kata Aher, Unesco juga mengesahkan 12 geopark dari 11 negara sebagai UGG. Dua diantaranya dari Indonesia, yaitu Geopark Ciletuh-Palabuhanratu dan yang kedua Geopark Rinjani di NTB. Pengesahan disampaikan dalam sidang Executive Board Unesco ke 204, Komisi Programme and External Relations, Kamis lalu, 12 April 2018 di Paris, Perancis.
Masih lanjut Aher, dirinya mengaku mendapatkan kabar tersebut dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sukabumi, Budiman, selaku perwakilan Jawa Barat di sidang tersebut.

Advertisement

Proses penetapan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu menjadi jaringan geopark global Unesco (UGG) terbilang cepat. Biasanya proses yang ditempuh sepuluh tahun setelah penetapan geopark nasional.


“Tiga tahun lalu, kita (Geopark Ciletuh-Palabuhanratu) ditetapkan sebagai geopark nasional oleh Pemerintah Pusat dan langsung kita ajukan ke unesco sebagai ugg. Dan ternyata, Alhamdulillah diterima,” ungkap Aher.

“Ternyata ini tercepat sejak ditetapkan sebagai geopark nasional. Tiga tahun kemudian jadi geopark internasional atau termasuk dalam jaringan geopark global,” tambahnya.

Penyerahan sertifikat Geopark Ciletuh-Palabuhanratu sebagai UGG akan dilakukan pada  September 2018. Hal ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Heryawan. Aher berkomitmen untuk terus mengembangkan destinasi wisata di bumi Parahyangan.

Untuk itu, Aher meminta komitmen semua pihak. Baik itu aparat pemerintah provinsi/kabupaten, stakeholder, serta masyarakat agar memelihara destinasi wisata yang telah ada. Terlebih syarat utama sebuah geopark internasional, yaitu pelestarian geodiversity, biodiversity, dan cultural diversity.