
BUANAINDONESIA.CO.ID, KAB SUKABUMI,- Untuk infrastruktur jalan penghubung Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Pemprov Jawa Barat sudah menggelontorkan anggaran Rp96 Miliar pada 2016 untuk ruas jalan dari pintu masuk Waluran ke geopark. Selain itu, pada 2017 dibangun juga ruas jalan dari pintu masuk Loji ke geopark yang menelan anggaran Rp217 Miliar. Jika dikalkulasikan total dana yang digelontorkan Pemprov Jabar dalam pembangunan infrastruktur jalan menuju Geopark Ciletuh mencapai 313 miliar, jumlah ini belum termasuk anggaran 2018.
“Tahun ini kita membuat kawasan jalan dari arah pintu masuk Paltiga sebesar 90 miliar. Termasuk pembangunan bandara di sukabumi, karena salah satu syarat geopark internasional itu, harus ada bandara dekat geopark dengan jarak tempuh maksimal tiga jam perjalanan,” tutur Aher. Minggu, 15 April 2018
Penataan kawasan geopark, kata Aher, perlu ada landasan hukumnya. Untuk itu, Aher meminta Pemkab Sukabumi membuat Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Untuk menata dan mengembangkan kawasa geopark ini, Aher berharap Pemerintah Pusat bisa memberikan anggaran Rp1 Triliun. Menurutnya berinvestasi uang sebesar itu lewat anggaran negara tidaklah terlalu besar.

“Penataan yang ideal itu harus ditata secara hukum. Oleh karena itu, saya minta Pak Bupati untuk segera Kabupatem Sukabumi menetapkan (RDTR) sebagai penjabaran lebih lanjut dari perda rencana umum tata ruang wilayah,” paparnya.
Menurutnya, kawasan geopark akan semakin berkembang jika suntikan dananya cukup besar. Katakan saja Rp1 Triliun, berinvestasi lewat anggaran negara dengan uang sebesar itu tidak terlalu besar dibanding manfaat yang jauh lebih besar.
Sementara dari pihak Pemkab, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, menuturkan bahwa Geopark Ciletuh-Palabuhanratu menjadi satu-satunya geopark di dunia dengan prinsip Vini-Vidi-Vici, yaitu datang-melihat-menangkan. Karena Geopark Ciletuh-Palabuhanratu hanya membutuhkan waktu tiga tahun untuk mendapatkan Sertifikat UGG.
Melalui geopark ini, Marwan berharap bisa menjadi pembangkit pertumbuhan di wilayah selatan, khususnya di Kabupaten Sukabumi. Pengembangan geopark pun akan melibatkan kaum perempuan. Menurut Marwan idealnya 30 persen pengembangan geopark ini harus melibatkan kaum perempuan.
“Ini tantangan dan peluang untuk generasi zaman now, untuk semakin mem-viralkan geopark atau taman bumi ini lewat sosial media yang mereka punya,” ujar Marwan.










