Latsitardanus XXXVIII, Taruna Akpol Harus Menjadi Perekat Persatuan Dalam Perbedaan

23.308 dibaca
Gubernur AKPOL, Irien Pol Ryicko Amelza, Sedang memberikan sambutan dalam kunjungannya di acara Latsitardanus XXXVIII, di Kecamatan Keroncong Kabupaten Pandeglang, Banten, 20 April 2018. (BUANA INDONESIA NETWORK/ Beni Madsira)


BUANAINDONESIA.CO.ID PANDEGLANG – “Masyarakat berharap peserta Latsitardanus dapat menjadi pemimpin, yang mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan dari berbagai perbedaan yang ada di Indonesia,” ujar Gubernur Akademi Kepolisian, Irjen Pol Rycko Amelza saat memberikan sambutan pada pelaksanaan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) XXXVIII di Desa Gerendong Kecamatan Koroncong Kabupaten Pandeglang, Banten, 20 April 2018.

Latsitardanus Akpol ke 38 yang digelar di 4 Kecamatan Kabupaten Pandeglang, ditinju langsung oleh Gubernur Akpol Irjen Pol Rycko Amelza, juga Muspika Kab Pandeglang, Bupati Irna Narulita dan Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono dan Asisten Pemerintahan Setda Pandeglang Agus Priyadi Mustika.

Advertisement

Dalam sambutannya, Gubernur Akpol Irjen Pol Rycko Amelza mengatakan, pihaknya mengajak semua pihak bersilaturahmi dalam rangka memperkokoh kesatuan dan persaudaraan. Jika kokoh, maka tidak ada yang dapat mengganggu baik dari dalam maupun dari luar.

“Kita harus solid, ketika semua pihak ingin bersatu, hal tersebut menunjukkan bahwa semua pihak saling memahami, menerima, berbagi, dan saling menjaga satu sama lain sehingga tidak mudah dipecah belah, mengingat Bangsa Indonesia terdiri dari perbedaan latar belakang agama, pendidikan, bahasa, hingga suku bangsa,” terang mantan Kapolda Sumut ini.

Lebih lanjut Ia menambahkan, pihaknya mengajak semua peserta Latsitardanus agar mengambil semua pelajaran selama pelaksanaan latihan integrasi, mulai dari adaptasi, identifikasi, komunikasi, sosialisasi hingga memberi solusi.

Selain itu, pihaknya juga menghimbau para peserta Latsidartanus agar menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk belajar. “Sayangi rakyat, dengar suara rakyat, bantu kesulitan rakyat dan berikan solusi,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, pihaknya mengapresiasi pelaksanaan Latsitardanus di Kecamatan Koroncong karena masyarakat terbantu.

“Kami merasa terbantu dengan adanya latihan integrasi ini, pembangunan dilakukan baik fisik maupun nonfisik, misalnya masyarakat diajar Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, kemudian di berikannya wawasan kebangsaan, pngetahuan dan pendidikan yang sudah tentu sangat bermanpaat bagi masyarakat pandeglang umumnya,” pungkasnya.