
BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Aksi Jihad Guru yang di gelar pada tgl 18 September 2018 sangat sukses dan menjadi perbincangan di masyarakat bahkan beberapa media elektronik baik cetak maupun online mempublikasikannya jadi berita deadline dan hotnews.
Dibalik keberhasilan Aksi Demo tersebut tidak terlepas dari seorang Ketua DPP FAGAR Cecep Kurniadi, tapi barusan saya kaget membaca screnshot di Group WA DIKDASMEN PDM GARUT yang berisi surat Permohonan dari Ketua DPP FAGAR kepada para Ketua DPC FAGAR se-Kab. Garut untuk meminta iuran dan segera berkoordinasi ke bendahara serta di minta untuk mengucapkan dukungan untuk dirinya sebagai salahsatu Caleg dprd garut dari dapil 1 untuk di buatkan baligo harus ada poto Ketua DPC dan dirinya, lebih jelasnya bisa di baca di screnshotnya, hal ini diungkapkan Aep Saepudin Wakil Ketua DPC FAGAR Cibatu melalui telpon celulernya, Selasa 25 September 2018.
” Saya engga habis pikir, kok Aksi Unras yang sudah berhasil dan mendapat respon keprihatinan warga masyarakat, ujung-ujungnya di politisir oleh Ketua DPC FAGAR membuat ucapan dukungan kepadanya yang merupakan seorang Caleg dari salahsatu Partai”Ujarnya penuh diplomasi.
Tambah Aef Saefudin, hal ini menjadi tandatanya besar dibenaknya, apa maksud Ketua DPP FAGAR seperti itu, lembaga itu harusnya netral, adapun keinginan Ketua Sdr Cecep mau menyalonkan diri Silahkan saja, tapi jangan ada penekanan seperti itu kepada DPC – DPC yang ada di kabuoaten Garut.
“ada apa ini maksudnya, kok bisa sebuah organisasi di politisir seperti ini, seorang Ketua itu harusnya netral dong, pokoknya saya minta agar Cecep Kurniadi harus mundur dari jabatan sebagai Ketua DPP FAGAR karena telah terbukti membuat surat permohonan kepada para Ketua DPC FAGAR seluruh Kab. Garut untuk membuat ucapan dukungan kepadanya yang merupakan seorang caleg darisalahsatu Partai”, Cetusnya.
Lebih lanjut di katakan Aep Wakil Ketua DPC FAGAR Cibatu, saya merasa aneh kok bisa ketua menulis surat/intruksi lewat WA kepada para Ketua DPC FAGAR membuat ucapan dukungan kepadanya darimana duitnya”,Ujarnya penuh pertanyaan.
” walaupun itu surat tersebut berisi sebuah harapan tapi yang namanya permohonan ketua itu adalah bagian dari intruksi yang di taati oleh bawahannya, saya sangat menyayangkan, dibalik Aksi Jihad Guru yang benar-benar ikhlas dalam berjuang, ujung-ujungnya malah di politisir untuk mengkampanyekan dirinya sendiri, ini jelas-jelas melanggar aturan organisasi dimana FAGAR adalah sebuah organisasi keprofesian guru honorer yang bersifat netral dan tidak beraplisiasi kepada salahsatu partai, paingan waktu unjuk rasa di dalam gedung DPRD Garut yang di perkenankan untuk orasi cuma ketua PGRI JABAR, PGRI GARUT dan Ketua FAGAR, Saya sendiri sudah mengacungkan tangan dan di persilahkan oleh pimpinan sidang di larang keras oleh Cecep, katanya harus satu komando, demikian pula teman saya dari DPC Kadungora, ketika berbicara langsung di kerubuti oleh rekan-rekan FAGAR yang lainnya untuk tidak menyampaikan pendapatnya”, ungkapnya.










