
BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Kementerian ESDM memberikan kontnbusi lebih dari 50% Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Nasional, yaitu sebesar Rp 1214.41 Triliun sampai dengan kuartal ke-3 tahun 2018 atau 111,5″4 dari target yang trlah ditetapkan, hal ini terungkap saat Sosialisasi Capaian Kinerja Sektor ESDM di kawasan Kamojang Garut, 1 – 3 November 2018.
Hadir dalam kegiatan itu, Perwakilan Kementerian ESDM, Bupati Garut, Perusahaan dibidang panas Bumi dan tamu undangan.
Realisasi dibidang sektor ESDM sampai dengan kuartal ke 3 tahun 2018 sebesar USD 15,2 miliar Dengan capaian itu Kementerian ESDM berkomitmen untuk mengawasi dan melakukan evaluasi secara terus menerus agar investasi sektor ESDM tetap optimal dl tengah tantangan global
Untuk menghadapi tantangan harga komoditi global, Pemerintah melakukan mitigasi dengan policy action yang tepat, antara lain melindungi daya beli rakyat dengan tdak menaikkan harga BBM dan Ilstnk, saat harga energi global tinggi Pcmerintah Juga menerapkan kontrak gross split minyak dan gas bumi yang lebih adtl untuk melindungi investor saat harga minyak rendah, bagian Pemenntah tebih balk saat harga minyak tinggi, dan cost recovery tiak lagi menjadi beban APBN.
Sesuai dengan arahan Presiden RI, Kementerian ESDM telah memangkas perizinan dan birokrasi untuk menciptakan ktm Investment frtendty, mendukung penumbuhan ekonomi dan lapangan kerja, hingga saat ini sebanyak 186 regulasi perizinan yang menghambat Investasi telah dipangkas, khusus untuk subsektor EBTKE sebanyak 5 regulasi dan 9 perizinan telah disederhanakan
Dijelaskan dalam sosialisasi capaian kinerja ESDM , sebesar Rp 6,5 Triliun atau 56% Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2018 Kementerian ESDM, digunakan untuk belanja infrastruktur rakyat, diantaranya jaringan gas kota, conventer kit LPG untuk nelayan, Lampu Tenaga Surya Hemat Energi ( LTSHE ) dan sumur bor untuk daerah sulit air.
Sebelumnya, anggaran belanja infrastruktur rakyat hanya sebesar 41% APBN tahun 2011. Realisasi sampai dengan kuartal ke 3 tahun 2011 sebesar Rp 2,8 triliun.










