Bupati Garut : Mencari Kepala Puskesmas Yang Profesional Dan Berintregitas Bukan Yang Asal – Asalan

92.082 dibaca
Bupati Garut Rudy Gunawan saat menerima kunjungan redaksi Buana Indonesia di Pendopo Garut, selasa, 11 April 2017

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Pelantikan rotasi dan mutasi serta degradasi kepala Puskesmas yang seyogyanya akan dilaksanakan Senin depan kemungkinan besar akan ditunda karena ada beberapa penempatan posisi Kepala Puskesmas ( Kapus ) yang menurut Bupati Garut H Rudy Gunawan  sangat tidak relevan dengan kondisi di lapangan.

Advertisement

” Setelah dilakukan pengkajian ulang langsung oleh Saya, ternyata banyak posisi Kapus dalam penempatannya akan menjadi masalah” kata Bupati Garut Rudy Gunawan kepada Buanaindonesia, Minggu 10 Maret 2019.

Bupati Garut menyayangkan, kajian mekanisme rotasi dan degradasi Kapus yang ditandatangi dan sudah direkomendasi oleh Kemendagri, ternyata dari hasil kajian ulang yang dilakukan oleh Pemkab Garut dikhawatirkan akan berdampak pada buruknya pelayanan Puskesmas kepada masyarakat bukan lebih baik.

” Salah satu contohnya, akibat rekomendasi yang ada saat ini, Puskesmas Wanaraja dan Cikajang jadi tidak ada Dokternya, kemudian di beberapa daerah yang padat penduduknya justru Kapusnya di jabat oleh seorang perawat, itu kan tidak benar “, ujar Bupati Garut dengan nada kesal.

Untuk itu lanjut Bupati Garut, rencana pelantikan, rotasi dan degradasi Kapus akan di undur hingga pihak Pemkab Garut mengajukan kembali ke Kemendagri melalui Gubernur Jawa Barat.

” Kita akan evaluasi lagi dan segera mengirimkan surat ke Kemendagri melalui Gubernur, sebelumnya saya akan turun langsung menempatkan Kapus itu, hal itu dilakukan agar Puskesmas yang ada di Garut memiliki Kapus yang profesional dan berintregitas”, tegas Rudy Gunawan.

Dijelaskan pula Bupati Rudy Gunawan, menundaan itu juga Pemkab Garut memberikan kesempatan kepada Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan dulu terhadap keuangan Puskesmas terutama BOP Puskesmas.