Desa Cibatu Tingkatkan Evaluasi Administrasi Dan Kinerja Desa Dalam Lomba Desa 2019

19.305 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID – GARUT – Dalam rangka evaluasi administrasi dan kinerja Desa yang dikemas dalam kegiatan Lomba Desa tingkat Kabupaten, bertempat di Aula Desa Cibatu, kamis (28 Maret 2019), Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut mengikut sertakan Desa Cibatu sebagai wakil dari 11 Desa yang ada di Kecamatan Cibatu.

Hadir dalam acara tersebut, unsur Forkopim Kecamatan Cibatu, para Kepala Desa se-Kecamatan Cibatu, lembaga – lembaga Desa, ibu – ibu PKK dan tokoh masyarakat Desa Cibatu.

Advertisement

Dalam sambutannya, ketua tim penilai Lomba Desa sekaligus selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa (PEMD), Dedi, SH. MP, menyampaikan, mengenai tujuan lomba desa yang diadakan setahun sekali secara kontinyu adalah untuk mengevaluasi kinerja Kepala Desa dan jajarannya selama dua tahun kebelakang.

Adapun penilaian evaluasi dalam Lomba Desa tersebut ada 7 indikator, yakni, Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Pembangunan, Penyelenggara Pemerintahan, Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan juga termasuk program PKK.

” Penilaian 7 indikator itu salah satunya dari mulai pengerjaan administrasi hingga seleksi administrasi, juga cek fisik hasil pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintahan Desa selama 2 tahun kebelakang, jelasnya.

Kepala Desa Cibatu Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut, Dadang Sulaeman, mengatakan, dalam penerapan anggaran dari Kabupaten, Provinsi, dan Pusat, pihaknya ingin membagi dua anggaran antara pembangunan dengan pemberdayaan, bahkan tahun 2019 ini ingin lebih memprioritaskan pemberdayaan yang sudah memiliki legalitas dari pemerintah, dalam hal ini yakni bumdes.

Menurut kades, Bumdes tersebut salah satunya yang menopang pengadministrasian dan orang – orang yang mumpuni, oleh karenanya mudah – mudahan Desa Cibatu kedepan bisa melangkah lebih baik, ujarnya.

Salah satu produk unggulan yang di kedepankan dalam lomba desa kali ini adalah, Usaha Ekonomi Masyarakat (UEM) yang diberdayakan oleh Karang Taruna Desa, dalam bentuk pengolahan sampah menjadi barang berharga yang menghasilkan rupiah.

” Adapun salah satu contohnya yaitu, pengolahan batok kelapa, bahan limbah tabung bekas kok dijadikan celengan, tempat pensil, pot bunga, hingga sampah – sampah pabrik yang dijadikan keset, dompet kecil, dan banyak lagi, jelas Kades.

bahkan pihaknya telah mempersiapkan Bumdesnya terus menjajaki untuk bersaing dengan produk pabrik – pabrik nasional maupun internasional dalam hal pembuatan cat tembok, pembersih lantai, pembersih piring, shampo mobil, katanya.

secara keseluruhan untuk menghadapi dalam lomba desa tahun ini, adapun hasil pembangunan dan pemberdayaan yang telah dilaksanakan di desanya adalah berkat kerjasama seluruh steakholder lembaga yang ada di desa, juga bimbingan dan pembinaan dari Kecamatan, dan juga seluruh masyarakat yang selama ini membantu keberhasilan pembangunan di Desanya.

” Lomba Desa kali ini menjadikan suatu kebanggaan bagi kami sekaligus menjadikan suatu pembinaan, terlepas menang dan tidak bukan menjadi suatu tolak ukur keberhasilan, akan tetapi dampak atau hikmah dari lomba desa ini mudah – mudahan bisa menjadikan evaluasi pengalaman kami kedepan kearah yang lebih baik dalam hal tertib administrasi dan pemberdayaannya “, harapnya.