Tanjung Lesung Terus Bangkit

13.132 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID. Pandeglang – Dalam rangka mengembalikan geliat pariwisata dipesisir Selat Sunda pasca tsunami akhir Desember lalu, Kementerian Pariwisata mengadakan acara ” Media & Travel Fair ” bersama puluhan media massa dan anggota Astindo, Asita serta PHRI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. Senin, 1 April 2019.

Agenda Kementerian tersebut merupakan lanjutan dari tran yang positif bagi kunjungan wisatawan ke Tanjung Lesung. Selama Januari hingga Maret 2019 tercatat beberapa corporate gathering dan juga komunitas dilaksanakan di daerah seluas 1.500 hektar tersebut.

Advertisement

seperti gathering Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia dan Kijang Club baru – baru ini . Tercatat juga kunjungan wisatawan asing dari beberapa negara yang menjadi indikator kepercayaan dunia terhadap destinasi di Banten Selatan ini.

Presiden Direktur PT Banten West Java (BWJ) Purnomo Siswoprasetijo selaku pihak pengelola KEK Tanjung Lesung menyambut baik dukungan pemerintah pusat akan acara seperti ini. Karena pariwisata memang membutuhkan dukungan semua pihak mulai dari pemerintah, pengusaha, akademis, komunitas dan media.

” Melalui acara tersebut semua bisa berkumpul disini. ” ujarnya.

Purnomo menambahkan, akan segera dibangun hotel baru, airstrip, dan dermaga buat kapal yacht yang semuanya dalam tahap perhitungan. lalu renovasi dan rebrading Beach Club disertai dengan penambahan gasilitas lain dan atraksi baru untuk wisatawan.

” Kami juga ingin mengundang investor baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk bersama – sama membangun KEK Tanjung Lesung menjadi ” Nusa Dua-nya Banten” ajak Purnomo yang juga sebagai CEO dan PATA Indonesia Chapter.

Masih kata Purnomo ” Membangkitkan Perekonomian Pandeglang. KEK Tanjung Lesung menjadi magnet pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang. memperkerjakan ratusan karyawan yang menjadi tulang punggung keluarganya. baik secara langsung dan tidak langsung menghidupkan begitu banyak pedagang., pengusaha kecil dan menciptakan lapangan pekerjaan di dalam kawasan dan sekitarnya.

seperti contohnya kawasan permainan pantai atau Beach Club yang sedang direnovasi karena ada beberapa kerusakan bangunan, ternyata hal tersebut turut mempengaruhi perekonomIan sekitar. Mulai dari homestay, tempat makan, hingga destinasi wisata di desa-desa yang semuanya terlihat lebih sepi pengunjung dari biasnya.

Karena untuk mengulangi hal tersebut, PT BWJ terus melakukan penambahan fasilitas serta renovasi dan rebranding mulai dari pembangunan WORKCATION Cabin, atau sebuah konsep untuk tempat tinggal dimana wisatawan bisa bekerja sambil berwisata yang dinamai KINARYA yang dalam Bahasa Sangsekerta berarti kteasi karya. Lalu dilakukan juga renovasi dan juga rebrabding dari Beach Club yang sekarang dinamai LALASSA Tanjung Lesung New Beach Club. LALASSA sendiri berarti “Cinta” dalam bahasa sangsekerta.

” Diharapkan seluruh upaya tersebut yang disertai dengan dukungan pemerintah baik pusat maupun daerah. dapat mendatangkan wisatawan baik lokal maupun asing yang akan membangkitkan prekonomian di sekitar KEK Tanjung Lesung yang khususnya Kecamatan Panimbang serta Kabupaten Pandeglang pada Umumnya. “Pungkasnya.