Pemilu Makin Dekat, Kapolres Imbau Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi

14.269 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID Pandeglang – Situasi politik yang kian memanas menjelang hari pencoblosan, membuat kondisi di masyarakat rentan terpecah belah. Perbedaan pilihan di era saat ini kerap kali memicu konflik antar golongan. Oleh karenanya, masyarakat dihimbau untuk memperkuat tali persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi. Hal itu disampaikan Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono SH M.Si saat memperingati Isra Mi’roj di Gedung Shohibul Barokah, Pandeglang, Kamis 4 April 2019.

Situasi dan kondisi masyarakat saat ini cenderung mudah terpecah belah, sensitif terhadap isu-isu yang belum tentu kebenarannya, yang berkembang melalui Media Sosial atau media massa.

Advertisement

” Situasi menjelang Pemilu, terkait beberapa pemberitaan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya, banyak mengundang bahkan menyebarkan hal negatif untuk menurunkan elektabilitas salah satu paslon dalam kontestasi Pemilu,” papar Kapolres Pandeglang.

Lanjutnya Kondisi itu diperparah dengan merebaknya berita hoax yang semakin sulit dibendung. Salah satu tujuannya, untuk menerunkan elektabilitas salah satu Pasangan Calon Presiden.

” Saat ini kita dihadapkan dengan adanya isu-isu atau yang terlibat isu hoax. Terlebih saat kita sedang menghadapi pelaksanaan Pemilu 2019,” katanya.

Hal itu tentu saja tidak sejalan dengan syariat agama yang mengajarkan untuk saling asah, asih, dan asuh serta menjunjung kerukunan antar umat beragama.

” Perbuatan menggunjing, memfitnah, dan menyebarkan berita bohong, sehingga menimbulkan perpecahan antar sesama merupakan perbuatan yang dilarang syariat agama,” ungkap Indra.

Maka dari itu Kapolres berpesan agar momentum Isra Mi’roj, dapat jadikan upaya dalam menata kehidupan beragama dan sosial supaya lebih baik, guna meningkatkan persaudaraan, kecintaan terhadap tanah air.

” Mari kita ciptakan situasi yang kondusif. Dengan begitu, pelaksanaan Pemilu 17 April 2019 mendatang, dapat terselenggara dengan aman, damai, dan sejuk,” pesannya.

Hal yang sama di katakan oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pandeglang, Tubagus Hamdi Ma’ani. Menurutnya perbedaan dalam memilih Kepala Negara merupakan hal yang biasa, tidak perlu dipersoalkan apalagi hingga menimbulkan perpecahan.

” Kini pemilihan kepala negara dan wakil rakyat, saya serahkan kepada aspirasi masing-masing. Tetapi jangan sampai menimbulkan perpecahan,” tuturnya.

Masyarakat diminta untuk meneladani filosofi salat yang mampu mempersatukan berbagai jenis golongan dalam satu wadah tanpa melihat perbedaan etnis maupun pilihan politik.

” Dalam menghadapi Pemilu ini, sesuai dengan bulan Rajab saat ini, umat Islam selalu merayakan Isra Mi’roj, hikmahnya adalah shalat. Dengan melaksanakan shalat, maka perpecahan akan terhindari,” bebernya.

Lebih jauh Hamdi pun mengimbau masyarakat yang sudah memiliki hak pilih, untuk mendatangi TPS guna menyalurkan aspirasinya. Sebab pilihan dari masyarakat akan menentukan nasib Indonesia dalam lima tahun ke depan.

” Disarankan agar semua masyarakat yang sudah punya hak pilih, untuk mendatangi TPS untuk menyalurkan hak pilihnya. Kalau tidak melaksanakan setidaknya dosanya akan terasa lima tahun. Pilih lah calon yang dianggap kredibel dan dinilai mampu membawa rakyat sejahtera,” tandas Ketua Umum PB Malnu Pusat Menes.