Warga Miskin Jangan Sakit, Ini Akibatnya Seperti Warga Kersamanah Garut

51.326 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Ada ungkapan mengatakan warga miskin di larang sakit karena akibatnya seperti Nasib malang yang menimpa Ade Gofur Suryana (51) warga kampung Babakan Nyampai RT. 03 RW 07 desa Mekar Raya kecamatan Kersamanah Kabupaten Garut yang mengalami kecelakaan saat bekerja menjadi kuli bangunan di Bogor, kedua tangan Ade di amputasi akibat tersengat aliran listrik saat bekerja, karena tidak sanggup membayar biaya perawatan hingga saat ini Ia tertahan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo ( RSCM ) Jakarta, setelah mendapat perawatan intensif di RSCM gedung A. Lantai 4 nomor 415, Ade Gofur dihadapkan dengan kenyataan bahwa dirinya harus membayar Rp 91.695.976 bekas biaya operasi yang dilakukan pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo ( RSCM ) Jakarta.

Dari pengakuan salah satu putrinya Retna Levi Neswara (31) yang beralamat di Kampung Wado, RT 05, RW 07, Desa Mekar Raya, Kecamatan Kersamanah Kabupaten Garut kepada Buanaindonesia mengatakan, bahwa untuk membayar biaya pengobatan ayahnya selama dirawat di RSCM keluarganya tidak mampu mengingat besarnya biaya yang harus di bayar dengan kondisi ekonomi yang pas – pasan ( Miskin ).

Advertisement

” keluarga kami memang berlatar belakang keluarga miskin, kami coba menempuh jalan dengan membuatkan BPJS kesehatan serta adminstrasi yang diperlukan seperti SKTM, namun BPJS kami ditolak oleh pihak RSCM.” ungkap Retna, Minggu 12 Mei 2019.

Masih kata Retna, berbagai upaya sudah dilakukan, pihaknya pernah berkoordinasi dan meminta bantuan kepada pihak terkait seperti Dinas Sosial Kabupaten Garut, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Baznas Kabupaten Garut, serta BPJS Kabupaten Garut, bahkan sampai melayangkan surat permohonan bantuan kepada Bupati Garut H Rudy Gunawan, namun semua upaya nya sampai saat ini tidak membuahkan hasil.

” Tanggal 10 Mei 2019 saya melayangkan surat permohonan bantuan kepada Bapak Bupati H. Rudy Gunawan, untuk dapat menjembatani masalah yang dihadapi dengan pihak RSCM, namun sampai sekarang pun tidak ada tanggapan dari beliau.” ujarnya.

Retna berharap, ada donatur atau pihak – pihak yang bisa menjembatani permasalahan ini dengan RSCM agar orang tuanya bisa di bawa pulang ke kampung halamannya.

” Semoga melalui rekan – rekan media ada pihak – pihak yang mau membantu saya mengatasi persoalan ini, kasihan bapak saya yang ingin pulang tetapi karena tidak ada biaya untuk membayar perawatan rumah sakit harus tertahan terus di sana, sementara pihak keluarga bingung harus mengadu kepada siapa lagi”, pungkasnya.