Ada Yang Aneh Di Spanduk Ajakan Wisata ke Pandeglan

24.715 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID PANDEGLANG – Pemerintah Kabupaten Pandeglang tengah gencar mempromosilan wisatanya jelang libur panjang Lebaran Idul Fitri 1440 H. Terlebih beberapa waktu lalu, Pandeglang sempat dihantam bencana tsunami Selat Sunda yang merusak sejumlah pesisir pantai yang selama ini menjadi primadona wisata di Pandeglang.

Promosi itu dilakukan pemerintah dengan memasang spanduk ajakan kepada masyarakat agar tidak ragu lagi ke Pandeglang. Apalagi kini Selat Sunda dinilai sudah aman bagi wisatawan.

Advertisement

Namun begitu, spanduk promosi Pemkab itu disoal oleh masyarakat. Pasalnya, masyarakat menilai ada hal yang rancu tertulis dalam spanduk tersebut.

Misalnya saja spanduk ajakan berwisata ke Pandeglang yang terpasang di Alun-alun. Sepintas memang tidak ada yang salah dari spanduk berukuran sekitar 3 x 2 meter itu yang turut memasang foto Bupati Irna Narulita dan Wakil Bupati, Tanto Warsono Arban di sebelah kanan spanduk.

Di atas kiri spanduk, tertera logo Pesona Indonesia dan Sunset Of Java sebagai slogan wisata Pandeglang. Di bawahnya tertulis “Ayo Ke Pandeglang” dengan tulisan berwarna biru berjenia italic. Lalu dilanjutkan kalimat “Menikmati Indahnya Pantai Selat Sunda yang Aman Untuk Liburan Lebaran.

Tak lupa tambahan kalimat Selat Sunda Aman, sebagai penekanan bahwa daerah itu sudah bisa dikunjungi lagi. Sedangkan kanan bawah, tertulis Sekretariat DPRD Pandeglang. Menunjukkan bahwa instansi itu sebagai pembuat spanduk promosi.

Namun masyarakat dibuat heran, karena adanya kalimat “Ayo ke Pandeglang”. Padahal spanduk itu terpasang diwilayah yang dimaksud.

Rima, seorang warga Cigadung, Kecamatan Karangtanjung menilai, spanduk itu tidak tepat. Karena ajakan berwisata ke Pandeglang dipasang di daerah sendiri.

” Seharusnya ajakan “Ayo ke Pandeglang” lebih tepat ditujukan ke warga luar Pandeglang. Kalau saja dipasang di Serang, itu tepat. Tapi kalau mengajak warga Pandeglang berwisata ke Pandeglang, buat apa?” tanyanya heran, Kamis 30 Mei 2019.

Rima menyarankan bila spanduk ajakan seperti itu jadi bahan promosi pemerintah, lebih baik dipromosikan di media sosial. Mengingat promosi itu bisa menjangkau netizen dari luar daerah.

” Syukur-syukur bisa pasang dilokasi strategis di daerah lain, seperti Bandara Soekarno Hatta. Cara promo itu kan sudah dipakai (Kabupaten) Lebak. Kenapa tidak ditiru?” ujarnya.

Senada dikatakan seorang warga Ciekek, Kecamatan Majasari, Soleh. Dia mengaku bingung membaca spanduk promosi tersebut. Terlebih spanduk itu tidak menampilkan objek wisata yang ada di Pandeglang.

” Masyarakat diajak ke Pandeglang buat berwisata. Tapi wisatanya apa saja engga ditampilin. Kan bikin bingung,” katanya.

Soleh menjelaskan, ajakan pemerintah ke masyarakat menikmati pantai di pesisir Selat Sunda, terkesan mengesampingkan destinasi wisata lain.

” Memang pantai Pandeglang sempat hancur kena tsunami. Tapi kalau ngajaknya berlibur, seharusnya objek wisata lain juga dipromosikan, jangan cuma pantai. Kan Pandeglang ada objek wisata lain seperti pemandian dan TNUK (Taman Nasional Ujung Kulon),” jelasnya.

Berdasarkan pantauan, spanduk sejenis tidak cuma terpasang di Alun-alun Pandeglang. Perkantoran pemerintah juga terlihat memasang spanduk serupa, seperti di pagar Dinas Kesehatan, BKD, dan Dinas PUPR.