BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Hari ini, Jumat 28 Juni 2019, seluruh siswa sekolah dasar yang mendaftarkan diri melanjutkan sekolah ke jenjang Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) melaksanakan test masuk PPDB, salah satu sekolah yang melaksanakan test PPDB dan mendapat kunjungan Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Garut Totong yakni SMPN 1 Garut jalan Ahmad Yani kecamatan Garut Kota kabupaten Garut.
Kepada Buanaindonesia Kadisdik Garut Totong menerangkan, test akademis Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ) tingkat SMP se – kabupaten Garut tengah di gelar hari ini serentak dilaksanakan.
” Hari ini kita laksanakan secara serempak test akademi bagi penerimaan peserta didik baru di SMP se kabupaten Garut” terang Kadisdik Totong.
Masih kata Totong, pihaknya mengapresiasi kepada orang tua / wali siswa yang turut mensuport anak – anaknya untuk masuk ke sekolah yang diinginkan.
” Mudah – mudahan mereka bisa masuk sekolah sesuai yang diinginkan”, harapnya.
Disampaikan Totong, Sekolah – sekolah SMP yang ada di kabupaten Garut baik negeri maupun swasta telah siap untuk menampung siswa – siswi yang akan melanjutkan sekolahnya.
” Yang terpenting, anak – anak kita bisa melanjutkan sekolahnya karena Disdik menjamin kualitas pembelajarannya sama, justru dengan adanya Zonasi ini adalah pemerataan kualitas pembelajaran bagi siswa merata, pokoknya kami ingin anak – anak menjadi anak yang sholeh dan sholelah, berkarater serta berguna bagi agama, nusa dan bangsa” ujar Totong.
Sementara itu Kepala SMPN 1 GARUT Aceng Mulyana menerangkan, untuk penerimaan PPDB di SMPN 1 Garut tahun ini sebanyak 352 Siswa, sementara siswa yang ikut mendaftar dan mengikuti test sebanyak 486 siswa.
” Kami pihak sekolah membaginya menjadi 16 ruang kelas yang di tiap ruang kelasnya di isi 30 siswa, untuk test sendiri dilaksanakan 1 hari” terang Aceng.
Masih kata Aceng, dalam penerimaan tahun ini, pihaknya memberikan transparansi kepada seluruh orang tua secara detail tentang mekanisme test bagi siswa yang dilaksanakan hari ini.
” Bisa kita lihat disaksikan oleh orang tua di mulai acara mengumpulkan peserta didik yang mengikuti test, kemudian kepada orang tua siswa kami menyampaikan secara teknis bahwa kami ingin betul – betul mengedepankan rasa hormat menghormati dalam keadaan apapun, karena ini melalui mekanisme test yah, pasti ada yang masuk ada yang tidak, jadi mohon disadari oleh semua, mudah – mudah ini hasil terbaik bagi kita dan peserta didik”, pungkasnya.










