Bupati Garut Menjadi Irup Di Hari Guru Nasional 26 dan HUT PGRI 74

17.969 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Bupati Garut H Rudy Gunawan, hadiri peringatan Hari Guru Nasional Ke-26 dan HUT PGRI ke-74 Tahun 2019 sekaligus menjadi Inspektur Upacara ( Irup ) peringatan hari guru di Lapangan Otista Alun-alun Kabupaten Garut Senin, 25 November 2019.

Acara peringatan Hari PGRI dan Hari Guru Nasional dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Garut yang mewakiki, jajaran Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Garut, Forkopim Kecamatan Garut Kota, dan setiap Kepala Sekolah mulai dari PAUD hingga SLTA Se-Kabupaten Garut.

Advertisement

Dalam kesempatan itu Bupati Garut berkenan membacakan sambutan menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim yang berisi :

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Rahayu,
Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,
Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik.
Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Guru Indonesia yang tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustasi karena Anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambil langkah pertama.

Besok, di manapun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda.
– Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
– Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas.
– Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
– Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
– Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak

Selemat Hari Guru

Nadiem Anwar Makarim.

Selain itu bupati Garut menyampaikan, Untuk masa depan Indonesia yang Gilang Gemilang Kami yakin ini harus direspon dengan sangat cepat oleh seluruh kalangan guru terutama pemerintah daerah.

” Saya akan merespon dengan cepat apa yang disampaikan oleh Bapak menteri untuk bisa dirasakan di Kabupaten Garut, adalah sesuatu yang harus kita lakukan, langkah pertama itu ada di bapak ibu guru yang ada di desa sekalipun, makna ini harus kita tandai dengan 1 semangat perubahan dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia Indonesia khususnya di kabupaten Garut” kata bupati.

Dalam kesempatan ini pula bupati Rudy Gunawan menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada guru dan selamat ulang tahun juga kepada seluruh kalangan pendidik yang ada di Kabupaten Garut.

” Kami tahu Bapak Ibu sekalian terutama kami masih menyisakan persoalan, banyak guru-guru yang mengajar di sekolah negeri di sekolah SD SMP sekarang kita punya TK dan PAUD yang tidak mendapatkan bayaran profesional sebagai guru yang harus dihargai harkat dan martabatnya, Pemkab Garut secara bertahap kepada mereka yang hari ini telah mengajar usianya di bawah 35 tahun bersma dengan mahasiswa yang mungkin baru lulus tetapi sudah mendapatkan gelar sarjana sesuai dengan bidangnya. kami akan membuka terus lowongan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut. Hari ini pun ada ratusan lowongan untuk guru-guru SD dan SMP Silakan cari formasinya cari SD-nya cari smp-nya sesuai dengan pendidikan yang saudara geluti, kita akan lakukan secara bertahap” ujar Rudy Gunawan.

Sedangkan sambung Rudy, kepada mereka – mereka sebagai tenaga kerja kontrak kategori 2 yang usianya diatas 35 tahun yang hari ini ada 1200.

” Asal masuk katagori 2 semuanya akan diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( PPPK ), kami untuk tahun 2020 telah menyiapkan anggaran 40 Miliar untuk menggaji P3K. Sedangkan yang kemarin sudah lulus P3K menunggu surat pengangkatan dari BKN, kepada PGRI tolong bantu pertanyakan hal ini ke BKN, kami sudah menyediakan Gaji untuk orang – orang terhormat ini” tutur bupati Rudy Gunawan.

Terakhir bupati Rudy menyampaikan ucapan terima kasih kepada guru – guru yang ada di kabupaten Garut, hal ini karena secara perlahan tapi pasti kualitas pendidikan di kabupaten Garut terus meningkat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya siswa siswi Garut menjuarai berbagai event perlombaan uang menyangkut pendidikan.

” Kita juga memahami tugas kita sangat berat, tetapi secara keseluruhan kita telah berhasil, bukan saja dalam meningkatkan kualitas pendidikan, pendidikan yang secara merata di seluruh wilayah kabupaten Garut, tetapi terlihat dari prestasi yang diraih siswa siswi kita yang menjuarai diberbagai event perlombaan berbasis pendidikan di tingkat provinsi maupun nasional, ini bukti hasil dari pembinaan kita” pungkasnya bupati Garut.