Pemkab Garut Luncurkan Program Balebat, Seribu Keluarga Miskin Ekstrem Terima Bantuan Tunai

289 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut resmi meluncurkan Program Bantuan Keluarga Hebat (Balebat) Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat miskin ekstrem yang belum tersentuh berbagai program bantuan pemerintah. Peluncuran program tersebut berlangsung di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Selasa (30/06/2026), bersamaan dengan Rapat Koordinasi dan Evaluasi SDM Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Advertisement

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengatakan Program Balebat merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi janji pembangunan, khususnya untuk mengatasi persoalan masyarakat miskin yang selama ini belum memperoleh bantuan sosial akibat ketidaksesuaian data.

Berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan bersama Dinas Sosial dan pendamping PKH, ditemukan sekitar 36 ribu warga miskin ekstrem yang belum menerima bantuan baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.000 kepala keluarga diprioritaskan menerima bantuan pada tahun 2026.

Setiap keluarga penerima manfaat memperoleh bantuan sebesar Rp2 juta yang disalurkan dalam dua tahap, masing-masing Rp1 juta pada bulan Juni dan Rp1 juta pada bulan Desember. Penyaluran dilakukan secara tunai maupun melalui layanan pos bagi penerima yang berada di wilayah terpencil.

Bupati berharap Program Balebat dapat terus dilanjutkan setiap tahun dengan penyempurnaan data secara berkala agar masyarakat yang benar-benar memenuhi syarat tidak lagi terlewat dari berbagai skema bantuan sosial.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Marlinda Siti Hana, menjelaskan bahwa Balebat menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendukung percepatan penurunan angka kemiskinan ekstrem sesuai visi pembangunan Kabupaten Garut.

Ia mengungkapkan, proses penetapan penerima dilakukan secara selektif dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dari sekitar 107 ribu kepala keluarga kategori desil satu, hanya keluarga yang sama sekali belum menerima bantuan seperti PKH, BPNT, BPJS PBI maupun BLT Kesra yang dipilih sebagai calon penerima Balebat.

Untuk tahap awal, sebanyak seribu kepala keluarga diprioritaskan berdasarkan tingkat kerentanan, termasuk usia kepala keluarga yang lebih tua, dengan pemerataan sekitar dua hingga tiga keluarga penerima di setiap desa.

Marlinda menambahkan, validitas data menjadi faktor utama keberhasilan program. Karena itu, Dinas Sosial bersama pendamping PKH akan terus melakukan verifikasi dan pengecekan langsung di lapangan agar bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran.