BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT -Sejak adanya Wabah Pandemi Covid 19 awal Bulan Maret 2020, Yudha Puja Turnawan Ketua DPC PDI Perjuangan kabupaten Garut tak pernah berhenti turun ke bawah menyapa masyarakat dengan memberikan bantuan di hampir seluruh kecamatan yang ada di kabupaten Garut.
Berbagai bantuan yang disalurkan dermawan dari anggota fraksi PDI Perjuangan DPRD Garut ini sudah tidak terhitung lagi, mulai dari Bantuan Sembako, Rutilahu, bantuan kepada korban kebakaran, orang sakit dan belum lama ini bantuan untuk warga yang terkena musibah longsor di kecamatan Talegong dan Cisewu, Yudha bersama jajaran pengurus PDI Perjuangan menjadi salah satu partai yang sangat konsen dalam membantu warga masyarakat kabupaten Garut di masa wabah pandemi Covid 19 di kabupaten Garut.
Hari ini melalui siaran videonya Yudha Puja Turnawan terbaring di Rumah Sakit RS Dr Slamet akibat terpapar Covid 19 yang hasil lab nya dikeluarkan pada tanggal 18 Desember 2020.
Dalam videonya yang berdurasi 2.42 menit Yudha Puja Turnawan meminta maaf kepada segenap kader DPC PDI Perjuangan kabupaten Garut, terutama kepada mereka yang sering berinteraksi dan membantu dalam kegiatan sosial yang dilakukan oleh DPC PDI Perjuangan.
” Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh, untuk segenap kader PDI Perjuangan kabupaten Garut, terutama yang sering berinteraksi dengan saya di Dpc PDI Perjuangan saya memohon maaf sebesar – besarnya, sebenarnya sejak hari Jumat minggu lalu, saya sudah tidak enak badan, tapi saya tetap ke DPC, hari Sabtu saya ke DPC karena ada baksos di kondangrege, kemudian hari Senin saya ke Dpc karena ada persiapan baksos Karangpawitan, dan hari Rabu saya langsung Baksos ke kampung dayeuh Handap kelurahan Kota Kulon.
Saya mohon maaf, tadi pagi saya melakukan Swab test, dan hasilnya barusan keluar terkonfirmasi positif Covid 19, sekarang saya sedang berada di ruang isolasi IGD sementara, tadi saya sudah berkordinasi dengan Dinkes Garut Kabid P2 Asep Surahman, kalau ada kader yang sempat berinteraksi dengan saya, merasakan kurang enak badan, menggigil atau apapun ditunggu untuk melakukan swab test, bisa di RSU maupun di Puskesmas Pembangunan.
Sekali lagi saya mohon maaf, saya merasa bersalah karena saya berpotensi menularkan ke kawan – kawan, walaupun memang kata kabid P2, bagi mereka yang punya gejala, kalau yang nga tidak perlu di swab, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh” demikian yang disampaikan Yudha dalam siaran videonya.
Kami yakin dan percaya seluruh warga masyarakat kabupaten Garut akan mendoakan kepada sang Dermawan Yudha Puja Turnawan untuk segera di beri kesembuhan dan kembali turun ke masyarakat dengan aksi sosialnya.










