BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Keberadaan Sekolah Pendiidikan dan latihan Sepakbola di kabupaten Garut sempat menjadi pertanyaan besar bagi pengurus PSSI kabupaten Garut, salah satunya dari ketua PSSI Garut Amirudin Latief melalui status di akun Facebook.
Dalam salah satu postingan ketua PSSI Amirudin latif ada eksekusi yang kurang tepat dan menimbulkan Kegaduhan dari Dispora kabupaten Garut atas Program Diklat Sepakbola yang dilaksanakan saat ini pada pola pembinaan dilakukan oleh otoritas sepakbola tertinggi di kabupaten Garut yaitu PSSI, yaitu dengan mengadakan Diklat Baru Sepakbola dan menjaring peserta seleksi yang sebagian merupakan siswa SSB di bawah naungan PSSI.
” Seharusnya yang diperhatikan itu VOTER /SSB yang tersebar di berbagai kecamatan karena mereka adalah ujung tombak pembinaan di daerah bukan Diklat Baru yang berdiri karena Loby ke Bupati.
PSSI ngga tahu sama sekali dan tidak terlibat sama sekali berkaitan berdirinya diklat sepakbola, Jadi ketika ada SSB / Voter yg pemainya diambil oleh Diklat dan tidak bisa kembali ke Club asal silahkan tanyakan ke Dispora” papar Amirudin.
Ditemui dikantornya kepala dinas pemuda dan olahraga Basuki Eko, menuturkan, keberadaan Pendidikan dan Latihan sepakbola yang saat ini dilaksanakan oleh Dispora kabupaten Garut merupakan inplementasi dari Instuksi Presiden No 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional yang melibatkan 15 unsur didalamnya. Program ini merupakan kesiapan daerah dalam pengembangan pembangunan persepakbolaan di lingkup pendidikan, maka dari itu dinasnya bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, sedangkan keberadaan PSSI mencakup umum sebagai lembaga prestasi dan keberadaannya di bawah Koni Garut,
” Dalam Inpres tersebut melibatkan beberapa kementerian bahkan Kepolisian serta Gubernur dan Bupati didalamnya” kata Basuki Eko yang didampingi Kabid Olahraga Tito Sugito
Masih kata Eko, dalam Inpres tersebut disebutkan pemerintah daerah wajib menyediakan dan mengalokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sesuai dengan kewenangan daerah berdasarkan kemampuan keuangan daerah masing masing, untuk pembangunan prasarana dan sarana sepak bola di wilayah masing masing sesuai dengan standar internasional, dan training center sepak bola yang ditetapkan, untuk peningkatan prestasi sepak bola nasional dan internasional berpedoman pada peta jalan (road map) yang disusun oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan menyediakan dan mengalokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sesuai dengan kewenangan daerah berdasarkan kemampuan keuangan daerah masing masing, untuk prasarana dan sarana, pembinaan, kompetisi amatir, kompetisi kelompok umur sepak bola elit (unggulan), dan training center di wilayah masing masing, untuk peningkatan prestasi sepak bola nasional dan internasional.
” Untuk itu Pemkab Garut melaksanakan kegiatan ini bekerjasama Dinas Pendidikan kabupaten Garut mengadakan seleksi sepakbola yang pesertanya di ambil dari beberapa Sekolah Dasar, SMP dan SMA/SMK untuk ikut dalam Diklat Sepakbola, sasaran pertama seleksi persiapan kejuaraan Pekan Sepakbola Pelajar Antar Wilayah ( Popwilda )” terangnya.
Jadi dalam hal ini sambung Eko, apa yang dilaksanakan Dinas Pemuda dan Olahraga kabupaten Garut saat ini, menjadi bagian penting program pemerintah dalam membangun persepakbolaan di kabupaten Garut, dengan mengacu aturan yang telah ditentukan.
” Oleh karena itu saya berharap, dukungan warga masyarakat kabupaten Garut dalam mensukseskan program pemerintah ini demi kemajuan persepakbolaan nasional di Indonesia” pungkasnya.










