BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Raut dan Gimik kecewa nampak pada diri Bupati Garut H Rudy Gunawan saat melakukan Inspeksi Mendadak ( Sidak ) ke kantor kecamatan Cikajang dan Puskesmas Cikajang, Minggu 6 Juni 2021.
Dalam Video unggahan yang berdurasi 0.21 detik, 1,33 detik dan 0,30 detik, Bupati menyampaikan beberapa pesan kepada para camat dan dokter Puskesmas Cikajang.
Di Video pertama Bupati Garut Rudy Gunawan mengunggah video terkait kondisi yang ada di kantor kecamatan Cikajang.
” Hari ini Minggu tanggal 6 Juni 2021 jam 10.00 saya berada di kecamatan Cikajang ,kosong melompong, Camat nga ada , kosong melompong, kosong melompong” kata Bupati dengan raut dan gimik kecewa.
Di unggahan kedua bupati Rudy menggunggah video di depan Puskesmas Cikajang Garut.
” Hari ini Minggu, 6 Juni 2021, saya ada di Puskesmas Cikajang, ini ada beberapa pasien tapi dokternya tidak ada satu pun, di sini ada 3 dokter, dokternya libur, libur, cenah libur, coba lah yah satu kali yah pakai hati, dari 3 dokter ada piket satu, di sini ada pasien 10, visit lah pagi – pagi setelah itu boleh libur” tegas Bupati Rudy.
Di video unggahan ketiga, Bupati Garut mengintruksikan kepada para Camat dan jajarannya supaya kantor itu di buka guna pelayanan di saat Covid 19 melonjak dan jelang diselenggarakannya Pilkades.
” Kepada para camat se kabupaten Garut, saya Bupati Garut mengintruksikan supaya kantor itu di buka, kita juga sama – sama lelah, saya juga lelah, tapi ingat kita punya kewajiban, kita ini sekarang kondisi Covid 19 sedang meningkat, apalagi jelang Pilkades, suruh Sekmat masuk, suruh Kasie masuk, kurang apa saya untuk kasie Trantib saya naikkan Rp 750 ribu, suruh mereka masuk kantor ini darurat, kalian semua kecamatan tutup, ada camat di rumah dinas, tapi kantornya tutup, saya minta sebelum jam 12.00 kantor sudah harus di buka, ini hari Minggu 6 Juni 2021, saya instruksikan dan saya akan cek melalui jalur saya sendiri, kantor kecamatan harus di buka, Sekmat yang pulang yang ada di selatan dan pulang ke utara segera tarik kembali ke kantor, Kita darurat Covid 19, kita akan Pilkades, saya mohon kita lelah, saya juga lelah, saya tidak mau didampingi Sekda, saya tidak mau didampingi asisten, oleh para kepala Dinas, karena saya punya kewajiban” pungkasnya










