BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Tim Satuan Tugas ( Satgas ) Covid 19 kabupaten Garut menggelar rapat Koordinasi terkait persiapan perpanjangan PPKM dan naiknya kabupaten Garut ke level 4 dari sebelumnya level 3 darurat Covid 19.
Rakor dilaksanakan di ruang Pameungkang, Pendopo Garut, Selasa 3 Agustus 2021
Kegiatan Rakor dipimpin langsung oleh Bupati Garut H. Rudy Gunawan, Wakil Bupati H Helmi Budiman, dan dihadiri oleh Sekda Kab. Garut Nurdin Yana, Ketua DPRD Hj. Euis Ida Wartiah, Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, Dandim 0611 Garut Letkol CZI Deni Iskandar, Kepala Kejari Garut Sugeng Hariadi, SH. MH., Dandenpom Garut Letkol CPM Imran Ilyas, Ka Bakesbangpol Wahyudijaya, Kadinkes H. Maskud Farid, Kabid P2P Dinkes Asep Surachman, Dirut RSUD Slamet Husodo Dewo Adi, Kadinsos Garut Ade Hendarsyah, Kadis DPMD Kab. Garut Aji Sukarmaji, Kabag Hukum Pemda Garut Kristianti Wahyuni, Kasat Intel AKP Tito Bintoro, KBO Sat IK IPDA Wawan Hernawan, serta Kepala SKPD Kab. Garut.
Dalam penyampaian di Rakor, Kadinkes Garut Maskud mengatakan, minggu kemarin kita Optimis untuk penurunan, dikarenakan ada beberapa kawasan yang memang menurun, selain itu angka kematian belajar dari bulan Januari, sama dengan bulan Mei serta Juni yaitu penurunan sangat sedikit, sekarangan kita berada pada 4,77%.
” Ada salah satunya yaitu delaynya data, serta berkaitan dengan NIK / KTP wilayah Garut, berada diluar ketika mengalami kematian diluar, masuknya ke kita” kata Maskud.
Disampaikan juga oleh Kadinkes, untuk Bor mengalami peningkatan di bulan Juni, namun kembali mengalami normal ada pada bulan Juli.
Kadinkes Maskud juga menyarankan harus meningkatkan Tracer, yaitu semakin mudah ditemukan yang positif.
” Sehingga dapat diketahui untuk penanganan, jangan sampai OTG dapat menimbulkan dampak bagi orang yang rentan” ungkapnya.
Sementara Kapolres Garut dalam penyampaian, mengatakan, kasus aktifnya serta tingginya angka kematian, itu yang menjadikan kita naik lagi ke level 4.
” Kami tidak merekomendasikan penyekatan kembali, lebih merekomendasikan kepada Kawasan Patuh Prokes (KPP), serta penyesuaian level 4 dilaksanakan. Pusat perbelanjaan ditutup selama 1 Minggu, Non Esensial ditutup, serta Ops Yustisi kita lakukan, hal lain Pasar Rakyat berlaku 50%, mohon bantuanya SKPD terkait untuk penerapannya, dapat kita terapkan terkait sistemnya (cara) baik itu penerapan jualan basah / kering secara ganjil genap” papar Kapolres Wirdhanto Hadicaksono.
Ditambahkan Kapolres, untuk penguatan 3 T, harus kita lakukan, lacak kontak eratnya kita maksimalkan, Program PROKLAMASI (Program Kualitas Masa Isolasi), Evakuasi yang isoman di rumah baik Tingkat Kabupaten maupun Kecamatan.
” Kita Tingkatkan Home Visit, Tim Pelayanan di rumah sakit agar pelayanan lebih cepat” tambahnya
Sambungnya, kaitan dengan level 4 ini terkait penyekatan, akan dilakukan pada titik-titik jalur wisata, Ops Yustisi harus digalakan kembali dengan pelaksanaan sidang di tempat, Patroli malam skala besar kita tingkatkan kembali pada PPKM level 4.
” Berkenaan dengan pelaporan data, mohon untuk ada verifikasi pada pusat, jangan sampai nanti merugikan bagi kita. Masalah vaksinasi kami siap tetap menjalankanya” sambung Wirdhanto.
Beberapa masukan dalam Rakor Satgas Covid juga disampaikan oleh Dandim 0611/ Garut, Kejari, ketua DPRD dan Direktur RSUD dr Slamet Garut.
Ketua Satgas Covid 19 Rudy Gunawan mengatakan, dari hasil rapat koordinasi Satgas Covid 19 kabupaten Garut ada beberapa kesimpulan yang bisa dijadikan acuan pelaksanaan PPKM level 4 ini.
” PPKM level 4 di kabupaten Garut dimulai dari tanggal 2 – 9 Agustus 2021, hal ini sesuai dengan Inmendagri No 27 tahun 2021″ kata Rudy Gunawan.
Rudy menyampaikan, penyekatan hanya dilakukan di tempat – tempat atau jalur yang menuju wilayah wisata, serta dilaksanakan ops Yustisi terkait pelanggar prokes dengan tindakan tegas.
” Opss Yustisi kita lakukan secara tegas kepada para pelanggar, dan vaksinasi tetap dijalankan dengan baik” tuturnya.
Untuk pasar rakyat ujarnya, akan ada pengaturan jadwal operasional, sekalipun bukan langkah yang mudah, tetapi harus kita lakukan sebagai upaya penanganan Covid19.
” Mari kita jalankan terkait Program PROKLAMASI, saya berharap dapat menghidupkan kembali pada isolasi terpadu. Update data kita akan perbaiki kembali, sekaligus saya akan meninjau langsung sekarang terkait dengan kendalanya, hal yang berkaitan 3T penguatan Tracing akan kami lakukan, Doa bersama sudah kami anjurkan dan sudah diterapkan pada lingkungan kantor kami” ujar Rudy.
Rudy juga meminta, terkait RKPD, tatap muka di tunda terlebih dahulu, karena bertolak belakang dengan penerapan WFH.
” Saya harap masyarakat kabupaten Garut dapat memahami dengan kondisi ini, dimana apa yang dilakukan saat ini oleh pemerintah merupakan bagian dari kewajiban negara dan daerah dalam melindungi warga masyarakat dari Pandemi Covid 19″ pungkasnya










