Dindikpora Dan Dinkes Kabupaten Pandeglang Sosialisasikan Gerakan Sekolah Sehat

5.559 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID.PANDEGLANG – Ketersediaan akses air, sanitasi, dan higienitas (kebersihan) atau Water, Sanitation, and Hygiene (WASH), kebersihan lingkungan sekolah memberikan dampak yang luar biasa pada pembangunan sektor kesehatan, ekonomi, hingga pendidikan. Khusus pendididikan, ketersediaan akses WASH di sekolah bagi peserta didik menjadi salah satu komponen penting yang perlu diperhatikan dalam mewujudkan Sekolah Sehat yang berfokus pada kesehatan lingkungan.

Advertisement

Berangkat dari hal tersebut,  Dinas pendidikan Pemuda dan olahraga (Dindikpora) kolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang melaksanakan pembinaan dan sosialisasi gerakan sekolah sehat. Hadir dalam acara tersebut Kepala Dindikpora Raden Dewi Setiani S.Sos.MA Kepala Dinas Kesehatan Hj Eniyati S.Km M.Si, camat Kecamatan Angsana Acep Jumhani, Kepala Puskesmas, Yayan Mahdiyana, ketua PGRI, dan parapeserta Semua Kepala Sekolah Dan Guru SD,SMP, TK Paud sek Kecamatan Angsana, Tempat acara Di Aula SMK Nur Insani Kecamatan Angsana,Sabtu 27 April 2024.

Kepala Dindikpora Raden Dewi Setiani dalam sambutannya, pihaknya telah mengimbau dan terus mendorong semua yang terlibat dalam ekosistem pendidikan untuk mewujudkan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat. Salah contoh perilaku tersebut adalah pembiasaan cuci tangan dengan sabun secara rutin, yang berdasarkan penelitian dapat menurunkan angka ketidakhadiran secara signifikan hingga 50%. Selain itu, penyediaan air minum yang aman di sekolah dapat meningkatkan konsentrasi siswa dalam menangkap pelajaran dan secara tidak langsung dapat meningkatkan kualitas akademik mereka. Membuang sampah pada tempatnya kebersihan lingkungan Sekolah, kemudian kantin sekolah yang bersih.

“Kami berharap dengan adanya sosialisasi gerakan sekolah sehat ini dapat diterapkan oleh para kepala sekolah dan guru, karena lingkungan yang sehat tentunya akan sehat pula kepada peserta didik di sekolah, maka dengan diluncurkannya program ini, maka seluruh pemangku kebijakan dapat terlibat dalam program gerakan sekolah sehat,” ungkapnya.

.Lanjut Dewi, Sarana Sanitasi Sekolah yang berketahanan iklim dan inklusi mempunyai dampak yang signifikan terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak-anak secara keseluruhan, lingkungan yang bersih dan sehat menjamin martabat, keselamatan, dan kesehatan mereka, yang pada gilirannya meningkatkan kehadiran dan prestasi di sekolah.

” Hal ini juga guru harus memotivasi anak-anak untuk menerapkan perilaku kebersihan yang baik dan menjadi agen perubahan bagi teman sebaya, keluarga, dan komunitas pada umumnya. Lingkungan sekolah yang sehat menumbuhkan budaya belajar, perilaku saling  menghormati, dan kolaborasi positif, sehingga memberdayakan anak-anak untuk menjalankan peran yang berarti di masa depan demi kemajuan kabupaten Pandeglang,” Jelasnya

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan sebagai narasumber Eniyati juga menyampaikan, Dengan dimasukkannya Sehat Lingkungan sebagai bagian dari fokus Gerakan Sekolah Sehat, maka Pemkab pandegakng berharap lebih banyak lagi sekolah yang peduli dan melaksanakan gerakan sekolah sehat, sesuai dengan yang dicanangkan kementerian pendidikan dan riset pada tahun 2024 sekarang ini yang tadinya kampanye sekolah sehat yang sekarang di rubah menjadi gerakan sekolah sehat,

” Dalam gerakan sekolah Yang awalnya 3 Indikator sekarang berubah menjadi 5 indikator. Indikator yang pertama sehat bergizi, sehat fisik, sehat imunisasi, sehat jiwa dan sehat lingkungan, jadi semua harus sehat, kita semua apalah artinya guru-gurunya sehat kalau muridnya tidak sehat. Oleh karena itu kenapa, semua harus sehat, guru sehat siswa sehat dan masyarakat semua sehat,” papar Eniyati.