Piazza Firenze Genap Setahun, Wakil Bupati Garut Dorong Industri Kulit Naik Kelas dan Berwawasan Lingkungan

1.530 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, Garut Kota – Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menghadiri peringatan satu tahun berdirinya Piazza Firenze Garut yang berlokasi di Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Sabtu (17/1/2026). Perayaan ini menjadi momentum refleksi sekaligus optimisme baru bagi penguatan industri kulit Garut menuju pasar premium dan global.

Advertisement

Dalam sambutannya, Putri Karlina menyampaikan apresiasi atas kehadiran Piazza Firenze yang dinilainya berhasil menjadi etalase representatif bagi produk kulit Garut dengan kemasan yang lebih modern dan bernilai tinggi. Ia menilai langkah ini mampu memacu semangat para pengrajin untuk terus meningkatkan mutu dan daya saing produknya.

“Alhamdulillah, luar biasa sudah satu tahun Piazza Firenze berdiri. Produk kulit Garut yang dikemas lebih premium ini bisa menjadi pemicu semangat para pengrajin untuk terus menghadirkan kualitas terbaik,” ujar Putri Karlina.

Ia menegaskan bahwa industri kulit Garut memiliki sejarah panjang yang tak kalah dengan merek-merek dunia. Namun, kondisi sejarah bangsa yang pernah terjajah membuat perkembangan industri lokal berjalan tidak seimbang.

“Industri kulit di Kabupaten Garut usianya sudah lebih dari 100 tahun, setara dengan produsen global seperti Gucci. Sekarang, dengan sumber daya manusia yang semakin terdidik dan era yang lebih terbuka, saya yakin industri kulit Garut bisa melompat jauh lebih maju,” tambahnya.

Tak hanya soal kualitas dan sejarah, Putri Karlina juga menyoroti pentingnya transformasi industri yang ramah lingkungan. Ia mengakui persoalan limbah pengolahan kulit masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan secara serius melalui konsep Responsible Industry.

Menurutnya, industri kulit memiliki peran strategis sebagai penopang sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Garut. Arah pembangunan, kata dia, tidak bisa terus bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam.

“Garut harus berkiblat pada ekonomi kreatif. Pariwisata dan industri kreatif memberikan efek berganda yang besar tanpa merusak alam. Ini adalah jalan yang lebih berkelanjutan bagi Garut,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, memberikan apresiasi atas kolaborasi antara pendiri Yayasan Poppy Dharsono dengan Koperasi Artisan Kulit Indonesia (KAKI) dalam mengembangkan Piazza Firenze. Ia menilai kawasan ini tidak hanya unggul dari sisi bangunan, tetapi juga dari kualitas pelaku usaha yang mengisinya.

“Bangunan ini tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga mencerminkan kualitas tenant yang telah diseleksi dan dibina oleh KAKI di bawah kepemimpinan Ibu Poppy Dharsono,” ungkap Ferry.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Kementerian Koperasi berkomitmen membantu pengadaan peralatan pengolahan limbah serta koordinasi penggunaan mesin penyamakan kulit guna meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Di tempat yang sama, Pendiri Yayasan Poppy Dharsono sekaligus Ketua KAKI, Poppy Dharsono, menjelaskan bahwa Piazza Firenze dirancang dengan konsep bernuansa Eropa dan dilengkapi fasilitas pendukung seperti restoran, sehingga memberikan pengalaman berbelanja yang berbeda bagi pengunjung.

“Piazza Firenze diharapkan menjadi ikon Kota Garut, sekaligus simbol bahwa produk lokal mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri dengan nilai ekonomi yang lebih baik,” jelas Poppy.

Ia menambahkan, pola pembinaan yang dilakukan KAKI dimulai dari pembentukan koperasi, pemetaan jenis produk—mulai dari jaket, sepatu, tas hingga aksesori—hingga pendampingan teknis agar para pengrajin mampu memenuhi standar kualitas pasar internasional.